Legislator Sebut Jakarta Butuh Sistem Penanganan Bencana yang Lebih Terpadu dan Terukur
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mendorong pembentukan posko terpadu agar seluruh unsur penanganan bencana dapat bergerak lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.

HALLONEWS.ID – Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Inggard Joshua menilai koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan bencana di ibu kota.
“Karena itu, gagasan pembentukan posko terpadu kembali didorong agar seluruh unsur penanganan dapat bekerja dalam satu sistem yang terkoordinasi,” kata Inggard pada Selasa (2/6/2026).
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menilai berbagai elemen yang terlibat dalam penanggulangan bencana, mulai dari BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP hingga aparat kewilayahan, harus memiliki pola kerja yang terintegrasi.
“Kehadiran posko terpadu akan mempermudah pembagian tugas sekaligus mempercepat pengambilan keputusan ketika kondisi darurat terjadi,” kata Inggard.
Menurutnya, dengan sistem yang terkoordinasi, setiap unsur dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana menjadi lebih optimal.
“Jakarta membutuhkan mekanisme respons yang tidak hanya cepat, tetapi juga terukur dan terarah,” ucapnya.
“Hal tersebut penting mengingat wilayah ibu kota memiliki berbagai potensi bencana yang memerlukan kesiapsiagaan tinggi,” tambahnya.
Ia menyebut BPBD DKI Jakarta telah menyalurkan ribuan jaket pelampung ke wilayah-wilayah rawan banjir sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi bencana.
Meski demikian, sejumlah kebutuhan lain seperti sepatu bot dan perlengkapan pendukung relawan masih menjadi perhatian untuk dimasukkan dalam perencanaan anggaran mendatang.
“DPRD berharap sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan relawan dapat membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh, cepat, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Jakarta,” pungkasnya. (fer)
