MPLS Ramah di SMPN 57 Jakarta Utamakan Karakter dan Pengalaman Belajar Menyenangkan

Melalui MPLS Ramah, pemerintah ingin memastikan peserta didik memulai perjalanan pendidikan dalam suasana yang aman, inklusif, bebas dari kekerasan, sekaligus menjadi fondasi pembentukan karakter sejak hari pertama sekolah.

Selasa, 14 Juli 2026 - 6:10 WIB
MPLS Ramah di SMPN 57 Jakarta Utamakan Karakter dan Pengalaman Belajar Menyenangkan
Sebanyak 216 murid baru di SMP Negeri 57 Jakarta, pada hari pertama sekolah Senin (13/7/2026), disambut dengan senyum, sapaan hangat, dan aktivitas interaktif yang membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru. (Foto: Dok Kemendikdasmen)

HALLONEWS.ID – Kehangatan dan kegembiraan mewarnai hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 57 Jakarta. Sebanyak 216 murid baru disambut dengan senyum, sapaan hangat, dan berbagai aktivitas interaktif yang membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pendekatan ini menjadi gambaran implementasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang terus didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Melalui MPLS Ramah, pemerintah ingin memastikan peserta didik memulai perjalanan pendidikan dalam suasana yang aman, inklusif, bebas dari kekerasan, sekaligus menjadi fondasi pembentukan karakter sejak hari pertama sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, yang meninjau langsung pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 57 Jakarta, menegaskan bahwa orientasi MPLS tahun ini tidak lagi sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi membangun kebiasaan positif yang akan membentuk karakter peserta didik.

“Tahun ini tema utamanya adalah memperkenalkan sekaligus menguatkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, karena inti dari pendidikan adalah pembiasaan,” ujar Atip di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Karena keberhasilan menanamkan kebiasaan tersebut membutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga karena sebagian besar pembiasaan berlangsung di lingkungan rumah.

Komitmen menghadirkan MPLS yang aman telah dipersiapkan SMP Negeri 57 Jakarta sejak proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Selain menyusun kegiatan yang edukatif, sekolah juga melibatkan orang tua melalui sosialisasi agar memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan MPLS.

Kepala SMP Negeri 57 Jakarta Agustin Kantiastuti menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa praktik perpeloncoan maupun kekerasan. “Kami memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tanpa perpeloncoan, tanpa perundungan, dan tanpa kekerasan.

Kami ingin membuktikan bahwa SMP Negeri 57 melaksanakan MPLS yang benar-benar ramah bagi seluruh peserta didik,” ujar Atip dikutip dari infopublik.id.

Suasana tersebut diperkuat dengan keterlibatan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang berperan sebagai pendamping bagi murid baru.

Ketua Pelaksana MPLS, Ersa, menjelaskan berbagai kegiatan seperti ice breaking, yel-yel, permainan kelompok, dan pengenalan lingkungan sekolah dirancang untuk mempercepat proses adaptasi sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik.

Pendekatan yang lebih humanis itu dirasakan langsung para peserta didik. Syifa Indah, salah seorang murid baru, mengaku lebih nyaman mengikuti kegiatan karena disambut dengan suasana yang bersahabat.

Hal serupa dirasakan Rizki, yang mengatakan rasa gugup saat memasuki sekolah baru perlahan berubah menjadi semangat setelah mengikuti berbagai aktivitas bersama guru dan kakak-kakak OSIS.

Dukungan terhadap MPLS Ramah juga datang dari orang tua murid. Retno, salah seorang wali murid, berharap lingkungan belajar yang aman dan nyaman dapat membantu anaknya berkembang, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 57 Jakarta menunjukkan bahwa masa orientasi sekolah dapat menjadi pengalaman yang positif dan bermakna apabila diselenggarakan melalui kolaborasi antara sekolah, guru, peserta didik, OSIS, dan orang tua.

Melalui pendekatan tersebut, Kemendikdasmen terus mendorong seluruh satuan pendidikan menghadirkan MPLS yang bebas dari perundungan, perpeloncoan, dan segala bentuk kekerasan, sehingga hari pertama sekolah menjadi langkah awal tumbuhnya karakter, kepercayaan diri, dan budaya belajar yang sehat bagi Anak Indonesia Hebat. (gaa)