Pameran SIRHA Budapest 2026 Buka Potensi Ekspor RI Rp23,79 Miliar

Pameran SIRHA Budapest 2026 membuka potensi transaksi produk makanan Indonesia Rp23,79 miliar dan memperkuat peluang ekspor ke pasar Eropa Tengah.

Senin, 16 Maret 2026 - 14:00 WIB
Pameran SIRHA Budapest 2026 Buka Potensi Ekspor RI Rp23,79 Miliar
Misi dagang Indonesa mengikuti Hungexpo Budapest Congress & Exhibition Center, Budapest, Hungaria, pada 3–5 Maret 2026. Foto: Dok Kemendag

HALLONEWS.ID — Produk makanan dan minuman Indonesia mencatat potensi transaksi USD 1,41 juta atau sekitar Rp23,79 miliar pada pameran SIRHA Budapest 2026.

Pameran industri horeka terbesar di Eropa Tengah dan Timur itu digelar 3–5 Maret 2026 di Hungexpo Budapest Congress & Exhibition Center, Budapest, Hungaria.

Kepala Indonesia Trade Promotion Centre Budapest, Suci Mahanani, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar Eropa Tengah dan Timur terhadap produk Indonesia.

“Pasar di kawasan ETT memiliki minat yang sangat tinggi terhadap produk Indonesia. Paviliun Indonesia mampu mencatatkan potensi transaksi yang membanggakan,” ujar Suci dalam keterangan resmi dikutip Senin (16/3/2026).

Ia menilai capaian itu cukup signifikan di tengah situasi geopolitik yang menantang, termasuk konflik di Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah.

Selama tiga hari pameran, Paviliun Indonesia dikunjungi lebih dari 27.000 pengunjung dari berbagai negara.

Pengunjung berasal dari sejumlah negara Eropa seperti Slovakia, Kroasia, Ceko, Polandia, Jerman, Portugal, dan Prancis.

Indonesia menempati Paviliun seluas 105 meter persegi yang menghadirkan tujuh pelaku usaha.

Lima di antaranya merupakan UMKM hasil kurasi program UMKM BISA Ekspor yang diinisiasi Kementerian Perdagangan.

Perusahaan yang ikut serta antara lain PT Mayora Indah Tbk, PT Maxindo Karya Anugerah, PT Adarasa Putra Jaya, dan PT Java Spices.

Selain itu, hadir pula PT Persatuone Komoditas Indonesia, PT Cahaya Desa Ekspor Indonesia, serta PT CMN Internasional Indonesia.

Partisipasi Indonesia merupakan sinergi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, ITPC Budapest, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Budapest.

Duta Besar RI untuk Hungaria, Penny D. Herasati, menyebut pameran ini membuka peluang jejaring bisnis baru bagi pelaku usaha Indonesia.

“Kami mengapresiasi antusiasme pelaku usaha yang hadir langsung dari tanah air. Harapannya, pameran ini membangun jejaring bisnis berkelanjutan dengan buyer di Hungaria dan Eropa Tengah,” ujarnya.

Sejumlah pelaku usaha mengaku mendapat respons positif dari pasar Eropa.

Perwakilan PT Java Spices, Bertha Tanaem, menyebut pameran ini memberi gambaran tren industri makanan global sekaligus membuka koneksi dengan distributor rempah internasional.

Finance Director PT Maxindo Karya Anugerah, Carolina Renata Djaja, mengatakan camilan produknya mendapat sambutan baik dari pengunjung.

Ia berharap pameran tersebut membuka peluang kemitraan distributor di Hungaria serta mitra pengolahan kerupuk setengah jadi di Eropa Tengah.

Pendiri PT Cahaya Desa Ekspor Indonesia, Mahdalena Lubis, juga melihat peluang besar ekspor vanila Indonesia.

“Antusiasme pengunjung dan buyer sangat baik. Kami optimistis peluang ekspor vanila dari petani Indonesia akan terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Persatuone Komoditas Indonesia, Eva Nuryani, menyebut pameran tersebut menjadi jembatan bagi produk kakao dan kopi Indonesia masuk pasar Eropa.

Pemilik PT Adarasa Putra Jaya, Rusmiati Teguh Santoso, bahkan mengaku telah bertemu sejumlah calon pembeli potensial.

Menurutnya, minuman herbal yang dibawa ke pameran mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung.

Hungaria sendiri dinilai sebagai mitra dagang strategis bagi Indonesia, khususnya untuk produk makanan dan minuman.

Komoditas seperti olahan buah, cokelat, boga bahari, rempah, dan produk kelapa menjadi produk yang paling diminati.

Permintaan tersebut diproyeksikan terus tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 6,47 persen hingga 2028.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan total perdagangan Indonesia–Hungaria pada 2025 mencapai USD 303,7 juta.

Sementara ekspor nonmigas Indonesia ke Hungaria pada 2025 tercatat USD 113,8 juta, naik 10,65 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD 102,8 juta. (gaa)