Pangdam Pastikan Pelaku Love Scamming Kotabumi Bukan Anggota TNI, Hanya Pakai Foto Palsu

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi memastikan pelaku love scamming di Rutan Kotabumi bukan anggota TNI aktif.

Selasa, 12 Mei 2026 - 7:00 WIB
Pangdam Pastikan Pelaku Love Scamming Kotabumi Bukan Anggota TNI, Hanya Pakai Foto Palsu
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto serta Kapolda Lampung, Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Mapolda Lampung dalam kasus love scamming. (Hallonews/Feris Pakpahan).

HALLONEWS.ID – Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi memastikan pelaku love scamming yang beroperasi dari Rutan Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara, bukan anggota TNI aktif.

Para pelaku hanya mencatut identitas militer menggunakan foto editan dan akun palsu di media sosial.

Penegasan itu disampaikan Kristomei dalam konferensi pers pengungkapan kasus love scamming hasil investigasi bersama Kementerian Imipas dan Polda Lampung.

“Fokus Kodam hari ini setelah menerima laporan adalah memastikan apakah benar pelakunya anggota TNI atau bukan,” kata Kristomei kepada wartawan Senin (11/5/2026).

Menurut Kristomei, setelah menerima laporan, pihak Kodam langsung berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk menelusuri identitas yang digunakan para pelaku.

Hasil penyelidikan memastikan akun-akun tersebut palsu dan sengaja dibuat untuk menipu korban.

“Ternyata setelah dilakukan pengusutan bersama Polda Lampung, pelaku hanya menggunakan AI generator dan foto editan dengan atribut TNI,” ujarnya.

Kristomei mengungkapkan, para pelaku sengaja menciptakan identitas seolah-olah sebagai prajurit aktif demi meyakinkan korban perempuan yang mereka incar melalui media sosial.

“Ada yang dibuat seolah perwira, ada juga yang mengaku bintara. Semuanya akun palsu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menyoroti masih adanya akun media sosial palsu yang dipakai menjalankan aksi penipuan.

Bahkan, salah satu akun disebut masih aktif saat konferensi pers berlangsung.

“Tadi saya lihat langsung, akun Instagramnya masih ada, namanya ayub47139. Itu fake account dan dipakai untuk aksi love scamming,” ucap Kristomei.

Kristomei menegaskan tindakan para pelaku tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga mencoreng nama baik institusi TNI.

“Ini jelas merugikan citra TNI. Karena itu kami tegaskan, pelakunya bukan prajurit TNI,” tegasnya.

Kasus ini sebelumnya terbongkar setelah petugas menemukan 156 handphone di dalam Rutan Kelas IIB Kotabumi.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 137 warga binaan diduga terlibat dalam jaringan penipuan asmara online tersebut.

Polisi mencatat ada 249 korban yang telah mentransfer uang dengan total kerugian mencapai Rp1,4 miliar. (fer)