Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Bogor Dimulai, Fokus pada Kualitas Konstruksi dan Keamanan Tebing
Pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis di Bogor mulai memasuki tahap persiapan. Proyek senilai Rp21,2 miliar ini difokuskan pada kualitas konstruksi, penguatan tebing, dan peningkatan keselamatan pengguna jalan.

HALLONEWS.ID – Pemerintah mulai mempersiapkan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Bogor.
Tahap awal pekerjaan ditandai dengan mobilisasi material bangunan dan alat berat yang dijadwalkan berlangsung mulai pekan ini.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan konektivitas sekaligus penataan infrastruktur jalan di wilayah selatan Kota Bogor.
“Tadi pihak ketiga dari propinsi sudah komunikasi. Mulai hari ini Jumat (15/5/2026), melakukan loading barang, turun alat berat. Masyarakat sekitar harus, terkonfirmasi dan tersosialisasi,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin kepada wartawan.
Selain membuka akses baru, pembangunan juga diarahkan untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan konstruksi jalan.
Pembangunan trase baru Jalan Batutulis tidak hanya berorientasi pada percepatan pekerjaan, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas hasil konstruksi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp21,2 miliar melalui APBD untuk mendukung proyek tersebut.
Pekerjaan meliputi pembangunan badan jalan baru, penguatan struktur tebing, hingga penataan jalur pedestrian bagi pejalan kaki.
Penguatan tebing menjadi salah satu perhatian utama karena kondisi kontur tanah di kawasan tersebut membutuhkan perlindungan tambahan agar lebih stabil dan aman dalam jangka panjang.
Dalam proses pengerjaannya, kontraktor juga akan menggunakan metode sheet pile guna memperkuat area tanah dan menciptakan struktur jalan yang lebih landai serta aman dilalui kendaraan.
Pemerintah menargetkan pembangunan trase baru tersebut selesai pada akhir Oktober 2026 dengan masa pengerjaan sekitar 163 hari kalender.
Setelah rampung, jalan baru diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan mengurangi potensi gangguan lalu lintas di kawasan Batutulis.
Trase baru yang dibangun memiliki panjang sekitar 300 meter dengan lebar mencapai delapan meter.
Desain jalan disiapkan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Dalam pelaksanaan proyek, pemerintah juga membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk terlibat sebagai tenaga kerja lokal.
“Tentunya disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki. Apakah itu pekerja kasar, Kernek atau tukang,” kata Jenal.
Sejumlah pekerja akan ditempatkan pada posisi pekerja lapangan, kernet, hingga tukang bangunan sesuai kemampuan masing-masing.
Pelibatan masyarakat lokal diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka.
Prioritaskan Keselamatan
Selain fokus pada kualitas jalan, proyek ini juga memperhatikan keamanan lingkungan sekitar lokasi pembangunan.
Pemerintah memastikan sejumlah fasilitas di area tersebut, termasuk bunker yang berada di ujung jalan, tidak terdampak proses pengerjaan.
Koordinasi dengan aparat wilayah dan masyarakat sekitar terus dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga secara signifikan.
Sementara Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Jalan dan Jembatan wilayah Penanganan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Propinsi Jawa Barat, Andi Nugroho mengatakan, trase baru Jalan Danasasmita memiliki panjang 300 meter dengan lebar delapan meter.
Ia menegaskan, pada bagian jalan menurun, harus dikupas hingga tembus ganjal bawah.
“Ada treatment maka kita nanti pakai sheet pile. Dibuat landai. Untuk bunker yang berada pada ujung jalan, tidak akan terdampak pengerjaan,” tegas Andi. (opy)
