Pemprov DKI Jakarta Impor 3.139 Sapi dari Australia

Warga Jakarta diminta tak khawatir soal harga daging. Ribuan sapi dari Australia kini sudah masuk Jakarta dan siap menahan laju kenaikan harga dagung selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:02 WIB
Pemprov DKI Jakarta Impor 3.139 Sapi dari Australia
Pemprov DKI Jakarta mendatangkan ribuan sapi dari Australia. Foto : Feris Pakpahan/Hallonews

HALLONEWS.ID – Ancaman inflasi pangan jelang Idulfitri 2026 mulai diantisipasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Sebanyak 3.139 ekor sapi didatangkan dari Australia tameng stabilitas harga daging di Jakarta.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menegaskan, impor sapi hidup menjadi instrumen utama yang stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi warga. Menurut dia, ratusan ekor sapi jantan berbobot rata-rata 360 kilogram tersebut akan segera dipindahkan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Serang milik Dharma jaya

“Seluruh tahapan, mulai dari verifikasi dokumen, ternak di atas kapal, distribusi darat, dikawal dengan protokol ketat untuk memastikan daging terjaga sebelum beredar di pasaran Jakarta,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Raditya menegaskan impor mandiri ini merupakan transformasi fundamental BUMD pangan Jakarta. Menurutnya, selama 28 tahun Pemprov Jakarta memutuskan tidak mengimpor sapi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Menurutnya, impor sapi ini juga menjadi upaya penguatan sektor protein hewani. “Sejalan dengan agendanya Kementerian Pertanian dalam penguatan sektor protein hewani nasional,” ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menegaskan masyarakat tak perlu cemas dengan harga gejolak selama Ramadan hingga Idulfitri.

Menurutnya, Pemprov Jakarta memahami daging sapi menjadi salah satu komoditas sensitif penyumbang inflasi tahunan Jakarta.

Dengan masuknya ribuan sapi dari Australia, Pramono menegaskan, hal ini menjadi bukti kesiapan Jakarta dalam menjaga stabilitas harga pangan. “Kerja sama sister city dengan ociated kota di Australia turut kapasitas gubernur Provinsi Jakarta dalam stabilitas pangan dan inflasi daerah,” katanya.

Pramono mengakui, inflasi di Jakarta, meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras. Impor sapi dari Australia merupakan salah satu upaya mengendalikan inflasi. “Dengan masuknya sapi dari Australia, harga daging bisa tetap stabil dan tidak menimbulkan kenaikan,” katanya. (fer)