Pengembangan Stasiun Bogor Dimulai, Sejumlah Peron Ditutup Sementara

KAI Daop 1 Jakarta mulai pengembangan Stasiun Bogor dengan penutupan sementara peron jalur 6–8. Perjalanan KRL mengalami penyesuaian selama proyek berlangsung

Kamis, 16 April 2026 - 11:30 WIB
Pengembangan Stasiun Bogor Dimulai, Sejumlah Peron Ditutup Sementara
Hallonews/yopy foto : Jalur 6-8 di stasiun KA Bogor ditutup. Ada peremajaan lintasan.

HALLONEWS.ID – Stasiun Bogor mulai menjalani pekerjaan pengembangan prasarana perkeretaapian. Proyek ini mencakup perpanjangan jalur serta penataan dan pengembangan peron guna meningkatkan kapasitas layanan.

Pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi 1 Jakarta sebagai upaya mengakomodasi tingginya volume penumpang di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Seiring pelaksanaan proyek, peron jalur 6 hingga 8 ditutup sementara. Kondisi ini berdampak pada perubahan pola operasional perjalanan KRL, khususnya di area Stasiun Bogor.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan layanan transportasi berbasis rel.

“Pekerjaan pengembangan resmi dimulai pada 15 April 2026. Penutupan sementara sejumlah peron dilakukan agar proses perpanjangan jalur dan penataan fasilitas dapat berjalan aman dan optimal,” ujar Franoto dikutip wartawan media ini Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, proyek tersebut diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan. Selama periode tersebut, akan diterapkan penyesuaian perjalanan KRL sebagai bagian dari rekayasa operasional.

Menurutnya, perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, mengingat adanya keterbatasan jalur yang dapat digunakan selama pekerjaan berlangsung.

KAI memastikan seluruh proses pengembangan dilaksanakan dengan standar keselamatan yang ketat.

Setiap tahapan pekerjaan disertai pengawasan, manajemen risiko, serta koordinasi lintas unit guna menjaga kelancaran operasional kereta api.

Sebagai langkah antisipasi, optimalisasi jalur yang masih aktif terus dilakukan. Selain itu, informasi terkait perubahan layanan juga disampaikan secara luas melalui berbagai kanal komunikasi agar pengguna dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

KAI berharap pengembangan ini nantinya dapat meningkatkan kapasitas stasiun, memperlancar arus penumpang, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna jasa.

Pihak KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses pekerjaan berlangsung, seraya menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan ke depan. (opy)