Penggeledahan Hari Ketiga di Royal Lodge, Tekanan Politik terhadap Andrew Kian Menguat

Minggu 21 Februari 2026, penggeledahan Royal Lodge hari ketiga. Andrew Mountbatten-Windsor terancam dicoret dari garis suksesi saat parlemen siapkan langkah lanjutan.

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:34 WIB
Penggeledahan Hari Ketiga di Royal Lodge, Tekanan Politik terhadap Andrew Kian Menguat
Petugas Kepolisian Thames Valley berjaga di Royal Lodge, Windsor, Minggu 21 Februari 2026, saat penggeledahan memasuki hari ketiga. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID-Penggeledahan di Royal Lodge, bekas kediaman Andrew Mountbatten-Windsor, memasuki hari ketiga pada akhir pekan ini. Thames Valley Police memastikan proses penyisiran properti akan berlanjut hingga Senin (22/2/2026).

Iring-iringan kendaraan polisi terlihat keluar-masuk kawasan yang berjarak beberapa mil dari Windsor Castle. Sementara itu, pengamanan juga tampak di sekitar Wood Farm, kompleks Sandringham House, tempat Andrew kini bermukim setelah meninggalkan Royal Lodge.

Andrew sebelumnya ditangkap pada Kamis (19/2/2026) pagi atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. Ia dibebaskan dengan status masih dalam penyelidikan setelah diperiksa selama 11 jam di Kantor Polisi Aylsham. Hingga kini, ia membantah keras seluruh tuduhan, termasuk terkait relasinya dengan mendiang Jeffrey Epstein.

Tekanan politik meningkat cepat. Komite Bisnis dan Perdagangan House of Commons dijadwalkan bertemu pada Selasa, 23 Februari 2026, untuk mempertimbangkan peluncuran penyelidikan parlementer atas jabatan utusan perdagangan Inggris, posisi yang pernah diemban Andrew selama satu dekade.

Menurut laporan yang dikutip The Guardian, fokus awal penyelidikan akan diarahkan pada tata kelola dan mekanisme akuntabilitas jabatan tersebut, tanpa menyentuh proses pidana yang masih berjalan.

Selama menjabat, Andrew dijuluki “Air Miles Andy” karena intensitas perjalanan dinasnya. Kontroversi yang mencuat antara lain:

– Dugaan penggunaan helikopter berbasis pajak untuk kegiatan non-resmi;

– Kehadiran di pesta saat kunjungan kerja ke New York pasca-9/11;

– Penjualan rumah Sunninghill Park kepada Timor Kulibayev dengan harga £3 juta di atas permintaan;

– Relasi dengan tokoh politik dari Kazakhstan, Azerbaijan, Tunisia, Libya, dan Turkmenistan.

Isu-isu inilah yang kini kembali menjadi sorotan seiring proses hukum yang berjalan.

Pada Minggu (21/2/2026), laporan media Inggris menyebut pemerintah tengah mempertimbangkan opsi legislasi untuk mencoret Andrew dari garis suksesi kerajaan. Langkah ini dinilai lebih bersifat simbolis karena ia berada di posisi kesembilan dan hampir mustahil naik takhta.

Sumber Istana Buckingham yang dikutip The Times menyebutkan pencoretan adalah “sepenuhnya urusan parlemen”, dan istana tidak akan menghalangi kehendak legislator.

Komentator kerajaan Caroline Aston kepada Sky News menyebut rencana itu sebagai “penghinaan mendalam” bagi Andrew, mengingat ia kerap menegaskan garis keturunannya dari mendiang Elizabeth II.

Posisi Andrew dalam Garis Suksesi Saat Ini

Per Minggu, 21 Februari 2026, urutan teratas garis suksesi adalah:

1. Charles III

2. William, Prince of Wales

3. Prince George of Wales

4. Princess Charlotte of Wales

5. Prince Louis of Wales

6. Prince Harry, Duke of Sussex

7. Archie Mountbatten-Windsor

8. Lilibet Mountbatten-Windsor

9. Andrew Mountbatten-Windsor

Jika pemerintah benar-benar membawa rancangan undang-undang, perubahan tersebut juga memerlukan konsultasi dengan negara-negara Persemakmuran.

Di Sandringham, Minggu pagi (21/2/2026), jurnalis dari Inggris, Australia, dan Belanda masih berjaga di gerbang Wood Farm. Sejumlah aktivis Norfolk/Suffolk Hunt Saboteurs juga terlihat melakukan aksi protes kecil, menyoroti riwayat Andrew sebagai pemburu sebelum ia menyerahkan izin berburunya tahun lalu.

Polisi tetap bersiaga, terutama untuk memastikan keselamatan publik di jalan dengan batas kecepatan tinggi di sekitar lokasi. (ren)