Perkuat Diplomasi Jakarta dan Singapura, Gubernur Pramono: Investasi dan Transportasi Jadi Fokus Utama
Menjelang usia 500 tahun, Jakarta membidik kerja sama strategis dengan Singapura untuk menciptakan kota yang lebih nyaman dan kompetitif.

HALLONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terus menggenjot langkah transformasi ibu kota dengan memperluas jejaring kerja sama internasional.
Dalam kunjungannya ke Singapura pada pertengahan Juni 2026, Pramono melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan jajaran pemerintah negeri tersebut untuk membuka peluang investasi sekaligus mempercepat pembangunan Jakarta menuju kota global.
Pertemuan dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Chee Hong Tat, serta Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menjadi momentum penting bagi Jakarta untuk memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat.
Pramono menilai Singapura memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat investasi dan ekonomi paling berpengaruh di kawasan Asia.
“Karena itu, memperkuat kemitraan dengan negara tersebut dinilai menjadi langkah krusial dalam mendukung percepatan pembangunan Jakarta di berbagai sektor,” katanya dalam keterangan resmi pada Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Jakarta saat ini tengah bersiap memasuki fase baru menjelang usia lima abad.
Berbagai program pembangunan sedang dipacu, mulai dari pengembangan kawasan berbasis transportasi publik, peningkatan konektivitas, hingga penciptaan lingkungan kota yang lebih nyaman dan produktif bagi masyarakat.
“Kebutuhan akan investasi berkualitas dan kolaborasi global menjadi semakin penting,” ujarnya.
Pramono berharap hubungan yang semakin erat dengan Singapura dapat menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung bagi warga Jakarta.
“Pembahasan isu strategis menjadi pembahasan utama, mulai dari pengembangan kawasan perkotaan, transportasi massal, peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan, hingga pertukaran pengalaman dalam tata kelola kota modern,” tutur Pramono.
Sementara itu, Vivian Balakrishnan mengatakan kuatnya hubungan antara Jakarta dan Singapura yang selama ini terbangun melalui aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan konektivitas penerbangan yang sangat intensif.
“Kedua kota memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama, terutama dalam bidang tata kelola perkotaan, keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan kota yang mampu menjawab tantangan masa depan,” ucapnya.
Pada kesempatan terpisah, pembahasan dengan Chee Hong Tat juga menitikberatkan pada pembangunan kawasan terpadu berbasis transportasi publik, revitalisasi ruang kota, serta strategi meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. (fer)
