Pramono Ungkap Rencana LRT Jakarta Utara Terhubung ke Bandara Soetta dan PIK 2

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap rencana besar LRT hingga PIK 2 dan Bandara saat meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di Jakarta Utara.

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:59 WIB
Pramono Ungkap Rencana LRT Jakarta Utara Terhubung ke Bandara Soetta dan PIK 2
Pramono Anung Bicara Transportasi dan Toleransi Saat Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong, PIK, Jakarta Utara. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap rencana besar pengembangan transportasi ibu kota saat meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong penyelesaian jalur LRT agar seluruh wilayah Jakarta dapat terhubung secara menyeluruh, termasuk kawasan Jakarta Utara hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” katanya pada Minggu (17/5/2026).

Menurut Pramono, jalur LRT yang saat ini telah tersambung dari Velodrome menuju Manggarai menjadi fondasi awal pembangunan sistem transportasi terintegrasi di Jakarta.

Ia menyebut proyek tersebut memiliki panjang sekitar 12 kilometer dengan 11 titik pemberhentian dan nilai investasi mencapai Rp11,5 triliun.

“Kalau ini dilanjutkan dari Velodrome ke Jakarta Utara, Tanjung Priok, lalu ke JIS, Ancol, hingga PIK 2 dan akhirnya tersambung ke bandara, maka loop transportasi Jakarta akan terkoneksi secara keseluruhan,” ujar Pramono.

Ia mengatakan, saat ini konektivitas transportasi Jakarta baru mencapai sekitar 93 persen. Karena itu, Pemprov DKI berupaya menyelesaikan jalur yang dinilai masih menjadi mata rantai terakhir sistem transportasi ibu kota.

Pramono menilai koneksi transportasi menuju kawasan utara Jakarta menjadi sangat penting karena wilayah tersebut berkembang menjadi pusat ekonomi baru sekaligus destinasi wisata dan bisnis.

Selain menyoroti pembangunan transportasi, Pramono juga mengapresiasi hadirnya Kelenteng Tian Fu Gong sebagai simbol keberagaman dan harmoni di Jakarta.

Ia menyebut keberadaan rumah ibadah lintas agama di kawasan PIK mencerminkan wajah Indonesia yang plural dan terbuka.

“Kalau ada berbagai tempat ibadah berdiri berdampingan dan masyarakat hidup rukun, itulah cermin Indonesia yang sesungguhnya,” katanya.

Pramono turut menyinggung rencana pembangunan Gereja Katolik di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan kelenteng, masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya dalam satu kawasan menunjukkan perkembangan Jakarta tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga nilai toleransi dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menilai kawasan yang dikelola pihak swasta seperti PIK mampu menjadi contoh pembangunan modern yang tetap memperhatikan keberagaman budaya dan kehidupan beragama.

Di sisi lain, Pramono menegaskan pengembangan kawasan Jakarta Utara juga akan memberikan dampak ekonomi besar bagi pemerintah daerah, mulai dari peningkatan sektor pajak hingga tumbuhnya aktivitas bisnis dan pariwisata.

“Transportasi yang baik akan membuka pertumbuhan ekonomi baru dan membuat mobilitas masyarakat jauh lebih mudah,” ucapnya.

“Dengan rencana konektivitas LRT hingga PIK 2 dan bandara, Pemprov DKI Jakarta berharap sistem transportasi ibu kota ke depan semakin modern, efisien, dan mampu mendukung Jakarta sebagai kota global,” tambahnya.(fer)