Pria Bermodus Transfer Palsu Ditangkap Usai Tiga Kali Beraksi di SPBU Cileungsi

Seorang pria ditangkap polisi setelah diduga melakukan penipuan dengan modus bukti transfer palsu saat bertransaksi di SPBU Cileungsi, Bogor. Pelaku disebut telah beraksi beberapa kali dan menggunakan pelat nomor palsu untuk mengelabui korban.

Senin, 1 Juni 2026 - 12:00 WIB
Pria Bermodus Transfer Palsu Ditangkap Usai Tiga Kali Beraksi di SPBU Cileungsi
Pria bermodus transfer palsu ditangkap usai tiga kali beraksi di SPBU Cileungsi. (Hallonews/Ilustrasi)

HALLONEWS.ID – Aparat kepolisian mengamankan seorang pria yang diduga melakukan penipuan dengan modus menunjukkan bukti transfer palsu saat bertransaksi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan aksi tersebut pertama kali terungkap pada pertengahan Mei 2026. Saat itu, pelaku datang ke SPBU, mengisi bahan bakar jenis Pertamax, lalu meminta petugas melayani transaksi tarik tunai.

Setelah transaksi dilakukan, pelaku menunjukkan bukti transfer yang seolah-olah menandakan pembayaran telah berhasil.

Karena mengira dana telah masuk ke rekening, petugas kemudian menyerahkan uang tunai kepada pelaku yang langsung meninggalkan lokasi.

Berdasarkan data yang dihimpun pihak SPBU, pelaku diketahui telah dua kali berhasil menjalankan modus serupa di lokasi yang sama. Akibat aksi tersebut, pihak SPBU mengalami kerugian lebih dari Rp2 juta.
Pelaku kembali mendatangi SPBU tersebut pada Sabtu, 30 Mei 2026, dengan tujuan mengulangi aksinya.

Namun kali ini upayanya gagal setelah petugas SPBU yang telah mengenali ciri-cirinya berkoordinasi dengan anggota Polsek Cileungsi dan berhasil mengamankannya di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah fakta terkait modus yang digunakan pelaku. Kendaraan yang dipakai saat beraksi diketahui bukan miliknya, melainkan mobil pinjaman dari seorang teman.

Selain itu, pelaku juga menggunakan pelat nomor kendaraan palsu untuk menghindari kecurigaan. Bahkan, kendaraan tersebut dipasangi pelat nomor dinas kepolisian palsu agar terkesan berasal dari institusi resmi.

Penyidik mengungkapkan pelat nomor palsu tersebut dibuat dengan cara memesan kepada pembuat pelat nomor yang beroperasi di pinggir jalan.

Saat ini, pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepolisian juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun korban tambahan yang belum teridentifikasi.

Polisi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar selalu melakukan verifikasi penerimaan dana secara langsung melalui sistem perbankan sebelum menyelesaikan transaksi guna menghindari modus penipuan serupa. (opy)