Razia, Tes Urine, hingga Gagalkan Penyelundupan, Solichin Buktikan Komitmen Bersihkan Lapas Banyuwangi

Kalapas Banyuwangi Solichin menegaskan perang total terhadap narkoba sekaligus memperingatkan seluruh pegawai agar menjaga integritas.

Selasa, 14 Juli 2026 - 8:35 WIB
Razia, Tes Urine, hingga Gagalkan Penyelundupan, Solichin Buktikan Komitmen Bersihkan Lapas Banyuwangi
Kalapas Kelas IIA Banyuwangi, Jawa Timur Solichin saat konferensi pers. Foto: Ditjen Pemasyarakatan for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Komitmen Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Jawa Timur, Solichin, dalam memerangi peredaran narkoba di balik jeruji besi terus dibuktikan melalui tindakan nyata.

Di bawah kepemimpinannya, Lapas Banyuwangi tidak hanya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dari luar tembok, tetapi juga memperketat pengawasan internal demi menutup seluruh celah masuknya barang terlarang.

Keberhasilan tersebut terlihat saat petugas menggagalkan penyelundupan narkotika dengan modus pelemparan paket dari luar tembok lapas.

“Aksi itu terungkap setelah petugas menemukan bungkusan mencurigakan berlakban hitam di area jalur pembatas atau brandgang saat melakukan patroli rutin,” ujar Solichin kepada Hallonews.id pada Selasa (14/7/2026).

Lanjutnya, menyadari adanya indikasi penyelundupan, Solichin langsung menginstruksikan pengawasan tertutup melalui personel di lapangan dan kamera pengawas (CCTV).

Strategi itu membuahkan hasil ketika dua warga binaan berinisial IF dan GP diduga berupaya mengambil paket tersebut.

Saat mengetahui gerakannya telah diawasi, keduanya sempat membuang kembali paket itu. Namun, petugas bergerak cepat mengamankan mereka beserta barang bukti yang diduga berisi narkotika.

“Hasil pemeriksaan mengungkap puluhan paket yang diduga berisi sabu dan pil ekstasi (inex), terdiri atas paket kecil, sedang, dan besar,” kata Solichin.

“Kedua warga binaan kemudian mengakui paket tersebut sengaja dilempar dari luar lapas untuk mereka ambil,” tambahnya.

Ia menjelaskan, seluruh barang bukti selanjutnya diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyuwangi guna mengembangkan penyelidikan, termasuk mengungkap jaringan yang berada di balik upaya penyelundupan tersebut.

Bagi Solichin, keberhasilan menggagalkan penyelundupan itu menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba tidak boleh berhenti di pintu gerbang lapas.

Ia memastikan seluruh jajaran akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terlibat tanpa memandang status maupun jabatan.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui razia besar-besaran dan tes urine yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi.

“Operasi gabungan dilakukan untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap steril dari narkoba, telepon genggam ilegal, maupun barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan,” tutur Solichin.

Menurutnya, penggeledahan dilakukan secara acak di sejumlah blok hunian. Selama penyisiran berlangsung, petugas memeriksa setiap sudut kamar warga binaan secara menyeluruh.

Hasilnya, tim gabungan tidak menemukan narkotika maupun telepon genggam ilegal di dalam kamar hunian. Petugas hanya mengamankan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Langkah pencegahan tidak berhenti pada penggeledahan fisik. Lapas Banyuwangi juga menggelar tes urine terhadap ratusan warga binaan dan sejumlah pegawai sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Seluruh peserta yang diperiksa dinyatakan negatif.

Solichin menegaskan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun mendadak agar tidak ada ruang bagi peredaran narkoba berkembang di dalam lapas.

Selain memperkuat pengawasan terhadap warga binaan, Solichin juga mengingatkan seluruh pegawai bahwa integritas merupakan benteng utama dalam menjaga marwah lembaga pemasyarakatan.

Dalam rapat dinas yang diikuti seluruh pegawai, ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun penyimpangan yang dilakukan aparatur.

Menurutnya, keberhasilan memberantas narkoba tidak hanya ditentukan oleh ketatnya pengamanan, tetapi juga bergantung pada integritas seluruh petugas.

Karena itu, setiap pegawai dituntut bekerja secara profesional, disiplin, dan memegang teguh nilai kejujuran.

Ia mengingatkan bahwa satu pelanggaran saja dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.

“Oleh sebab itu, seluruh jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan serta aktif melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” tegasnya.

Bagi Solichin, menjaga lapas tetap bersih dari narkoba bukan hanya tanggung jawab petugas pengamanan, melainkan menjadi kewajiban seluruh unsur yang bertugas di lingkungan pemasyarakatan.

Ia berharap langkah tegas yang terus dilakukan Lapas Banyuwangi dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan berlangsung dalam lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh narkoba.

“Lapas yang bersih dari narkoba hanya bisa diwujudkan melalui pengawasan yang konsisten, integritas yang kuat, dan kerja sama seluruh jajaran. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi siapa saja yang mencoba merusak komitmen tersebut,” pungkas Solichin. (fer)