Sekda Tangerang Hadiri RUPS BJB 2025, Dorong Kinerja dan Kontribusi untuk Pembangunan Daerah

Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman menghadiri RUPS BJB 2025 di Bandung. Pemkot berharap BJB meningkatkan kinerja dan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Selasa, 28 April 2026 - 22:20 WIB
Sekda Tangerang Hadiri RUPS BJB 2025, Dorong Kinerja dan Kontribusi untuk Pembangunan Daerah
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, , menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Gedung Pakuan, , Selasa (28/04/2026). Foto/ Humas Pemkot Tangerang for Hallonews

HALLONEWS.ID – Sekretaris Daerah Kota Tangerang, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Gedung Pakuan, Selasa (28/04/2026).

Dalam forum tersebut, Herman hadir mewakili Pemerintah Kota Tangerang sebagai salah satu pemegang saham. Ia menyampaikan harapan agar Bank BJB terus memperkuat kinerja dan meningkatkan perannya dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami berharap kinerja BJB semakin meningkat, terus tumbuh dan berkembang. Dengan begitu, deviden yang dihasilkan juga meningkat dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan Kota Tangerang,” ujar Herman usai pembukaan RUPS.

RUPS kali ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, yang menegaskan pentingnya integritas dalam pengisian posisi strategis di tubuh perusahaan.

Menurut Dedi, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi harus diisi oleh figur yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Ia memastikan proses pemilihan dilakukan secara transparan dan berdasarkan kesepakatan seluruh pemegang saham sesuai aturan yang berlaku.

“Penentuan komisaris dan direksi harus mengedepankan integritas dan profesionalisme,” tegasnya.

Dalam keputusan RUPS, sejumlah perubahan penting turut disepakati. Salah satunya adalah penunjukan sebagai Direktur Utama menggantikan almarhum Yusuf Saadudin. Selain itu, ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen.

Lebih lanjut, Dedi berharap Bank BJB mampu meningkatkan performa secara menyeluruh, termasuk efisiensi biaya operasional dan penyelesaian kredit bermasalah.

“Kita ingin kinerja BJB semakin optimal, biaya operasional menurun, deviden meningkat, serta penghimpunan dana dan penyaluran kredit semakin kuat,” pungkasnya. (gin)