Sempat Kritis dan Jalani Operasi Besar, Korban Tabrakan Kereta Bekasi Kini Pulang Semua

Seluruh korban luka tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur dipastikan sudah pulang. Biaya perawatan hingga kontrol ditanggung penuh pemerintah.

Senin, 18 Mei 2026 - 8:52 WIB
Sempat Kritis dan Jalani Operasi Besar, Korban Tabrakan Kereta Bekasi Kini Pulang Semua
Tim Konselor Polres Metro Bekasi Kota memberikan pendampingan psikologi kepada korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi. Foto/Dok Hallonews

HALLONEWS.ID – Kabar melegakan datang dari tragedi tabrakan antara KRL Commuter Line relasi Cikarang-Jakarta dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Seluruh korban luka yang smenjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi dipastikan telah dipulangkan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi Sudirman mengatakan pasien terakhir keluar dari rumah sakit pada Kamis (14/5/2026) setelah menjalani pemulihan pascaoperasi. “Sudah pulang semua,” kata Sudirman, Senin (18/5/2026).

Dua pasien terakhir diketahui merupakan korban dengan cedera ortopedi yang membutuhkan pemulihan lebih lama. Keduanya harus menjalani latihan kemandirian sebelum diperbolehkan kembali ke rumah.

“Mereka membutuhkan waktu beberapa hari pascaoperasi untuk latihan bagaimana bergerak aman menggunakan kursi roda dan beraktivitas mandiri,” ucapnya.

Selain itu, seorang korban bernama Sariyati (63) yang sebelumnya sempat kritis akibat luka dalam juga berhasil pulih lebih cepat. Setelah menjalani operasi pengangkatan limpa, kondisinya terus membaik hingga dokter mengizinkannya pulang lebih awal.

Meski seluruh pasien sudah kembali ke rumah masing-masing, pihak rumah sakit memastikan para korban tetap wajib menjalani kontrol rutin setiap tiga hingga lima hari guna memantau proses penyembuhan.

Pemkot Bekasi bersama pihak penjamin juga memastikan seluruh korban tidak dibebani biaya pengobatan, baik selama rawat inap maupun tahap pemulihan rawat jalan. “Seluruh biaya tetap di-cover oleh pihak penjamin, berkolaborasi antara Jasa Raharja dan PT KAI,” ungkapnya.

Adapun layanan yang ditanggung meliputi penanganan darurat di IGD, tindakan operasi besar, biaya rawat inap, hingga kontrol rawat jalan sampai pasien dinyatakan sembuh total.

Berdasarkan data RSUD Kota Bekasi, total terdapat 54 korban yang mendapatkan penanganan medis pascakecelakaan maut tersebut. Sebanyak 27 korban menjalani rawat inap, 20 lainnya rawat jalan, dan tiga pasien dirujuk ke rumah sakit lain.

Dalam tragedi itu, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 16 orang, termasuk empat korban yang meninggal di RSUD Kota Bekasi dan saat tiba di rumah sakit. (dul)