Serangan Israel Tewaskan 12 Warga Palestina di Gaza, Gencatan Senjata Terancam
Sedikitnya 12 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza di tengah gencatan senjata yang rapuh, memicu kekhawatiran eskalasi konflik.

HALLONEWS.ID – Sedikitnya 12 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Jumat (24/4/2026), meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran yang mengancam stabilitas kawasan.
Laporan media internasional Al Jazeera menyebutkan, korban tewas tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Gaza City dan Khan Younis. Serangan tersebut juga menargetkan aparat keamanan setempat, yang oleh otoritas Gaza disebut tengah menjalankan tugas sipil.
Militer Israel mengklaim salah satu serangan diarahkan pada kelompok militan Hamas. Namun, tidak ada penjelasan rinci terkait serangan lain yang turut menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.
Situasi ini terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, namun kerap diwarnai insiden kekerasan sporadis.
Ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza belum sepenuhnya mereda, bahkan menunjukkan potensi eskalasi baru.
Sejak konflik kembali memanas pasca serangan Hamas ke wilayah Israel pada Oktober 2023, ribuan warga telah menjadi korban.
Operasi militer Israel di Gaza disebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas, termasuk kerusakan infrastruktur dan meningkatnya jumlah pengungsi internal.
Berbagai pihak internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, terus mendesak agar kedua belah pihak menahan diri dan mematuhi hukum humaniter internasional. Namun, serangan terbaru ini menimbulkan keraguan terhadap efektivitas gencatan senjata yang ada.
Tanpa adanya kesepakatan politik yang lebih kuat dan pengawasan internasional yang ketat, konflik di Gaza berisiko terus berulang. Kondisi ini tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa ketegangan akan segera mereda. Warga sipil di Gaza kembali menjadi pihak paling terdampak dalam konflik yang tak kunjung menemukan solusi permanen.(wib)
