Rupiah Sentuh Rp17.300, Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat
Menkeu Purbaya menegaskan pelemahan rupiah ke Rp17.300 per dolar AS bukan tanda ekonomi memburuk, pemerintah tetap optimistis fondasi nasional kuat.

HALLONEWS.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mencerminkan memburuknya fundamental ekonomi domestik.
Menurut Purbaya, pergerakan nilai tukar rupiah merupakan ranah otoritas moneter, sehingga penjelasan lebih teknis sebaiknya disampaikan oleh bank sentral. Sementara itu, pemerintah tetap berfokus menjaga stabilitas dan kekuatan fondasi ekonomi nasional.
“Soal rupiah, sebaiknya ditanyakan ke bank sentral sebagai regulator yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan. Namun bagi kami, ini bukan tanda pemburukan ekonomi domestik. Dibandingkan negara lain, kita masih cukup kuat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia juga menyoroti bahwa pergerakan nilai tukar antarnegara tidak selalu berjalan searah. Dalam periode yang sama, mata uang negara lain seperti Malaysia dan Thailand justru mengalami penguatan terhadap dolar AS.
“Pergerakan nilai tukar itu berbeda-beda. Malaysia menguat, Thailand juga menguat terhadap dolar, terutama jika dilihat sejak awal tahun,” jelasnya.
Purbaya menambahkan, fluktuasi nilai tukar turut dipengaruhi oleh faktor teknis dan dinamika global yang terus berkembang. Oleh karena itu, analisis mendalam terkait pergerakan rupiah lebih tepat disampaikan oleh otoritas moneter.
“Silakan ditanyakan ke bank sentral, karena mereka yang memiliki otoritas dan keahlian di bidang ini,” katanya.
Meski demikian, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Purbaya menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih terjaga dan berpotensi semakin kuat ke depan, seiring upaya pemerintah dalam memperbaiki berbagai kendala struktural.
“Yang jelas, fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan ke depan akan semakin kuat karena kita terus melakukan perbaikan pada berbagai tantangan di perekonomian,” tandasnya. (agn)
