Bedah 15 Ribu Rumah di Perbatasan, Tito Dorong Kesejahteraan dan Ketahanan Negara
Mendagri Tito siapkan program bedah 15.000 rumah di perbatasan guna tingkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ketahanan negara.

HALLONEWS.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan rencana pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di kawasan perbatasan.
Program tersebut ditargetkan menyasar sekitar 15.000 rumah tidak layak huni yang tersebar di 40 kabupate/kota perbatasan di 17 provinsi.
Menurut Tito, program ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk menghadirkan keadilan bagi masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini dinilai belum tersentuh secara optimal.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan agar mereka bangga dengan negara, bangga dengan pemerintah, dan nasionalisme semakin kuat,” ujar Tito di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia menilai, peningkatan kualitas hidup masyarakat perbatasan juga berpengaruh langsung terhadap ketahanan negara. Kawasan perbatasan yang sejahtera dapat berfungsi sebagai “buffer zone” dalam sistem pertahanan Indonesia, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman dari luar.
Tito juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atas dukungan terhadap program tersebut.
Ia menjelaskan, alokasi awal program bedah rumah di kawasan perbatasan semula hanya sekitar 10.000 unit. Namun, setelah dilakukan peninjauan lapangan, jumlahnya ditingkatkan menjadi 15.000 unit.
“Ini mungkin menjadi program BNPP terbesar sejak lembaga ini berdiri pada 2010,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, data calon penerima bantuan akan diverifikasi menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik. Pendataan tersebut dilakukan secara rinci berdasarkan nama dan alamat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Tito berharap program ini dapat mendorong kementerian dan lembaga lain untuk turut mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan, mulai dari pembangunan pasar, dermaga, hingga fasilitas pendidikan.
“Dengan adanya program ini, masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara di perbatasan,” tutupnya. (agn)
