Tiga Pelaku Diciduk, Kasus Hilangnya Tas Lululemon di Soetta Terbongkar

Polisi bongkar sindikat pencurian kargo di Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 108 tas merek Lululemon tujuan Shanghai hilang, tiga pelaku berhasil ditangkap.

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:53 WIB
Tiga Pelaku Diciduk, Kasus Hilangnya Tas Lululemon di Soetta Terbongkar
Sindikat Pencuri Kargo Dibongkar, Tas Lululemon Senilai Miliaran Hilang di Soetta, Tangerang Banten. (Polresta Bandara Soetta for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Aparat kepolisian membongkar sindikat pencurian ratusan barang ekspor di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Sebanyak 108 tas merek Lululemon dilaporkan raib dari jalur kargo saat hendak dikirim ke Shanghai, RRC.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap tiga pelaku berinisial R alias K, A, dan F.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan para tersangka ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang pada 29 April 2026 sekitar pukul 00.30 WIB.

“Mereka ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Kasus ini mencuat setelah perusahaan ekspor mengalami kerugian besar akibat hilangnya tas premium tersebut. Nilai kerugian disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Yandri Mono menjelaskan, perkara bermula ketika PT Pungkook Indonesia One mengirim 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai melalui layanan kargo Garuda Indonesia.

Pengiriman dilakukan pada 10 April 2026 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 13 April 2026.

Selanjutnya, barang dijadwalkan terbang ke Shanghai menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 0894 rute Jakarta-Shanghai pada 14 April 2026.

Namun, pada 20 April 2026 pihak perusahaan menerima laporan dari pelanggan di Shanghai bahwa 108 tas dinyatakan hilang.

“Kerugian akibat kejadian itu mencapai Rp213 juta,” kata Yandri.

Polisi kemudian bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV di area RA BST dan kawasan Pergudangan Soewarna.

Pengungkapan ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat di jalur logistik bandara, terutama terhadap barang ekspor bernilai tinggi yang menjadi sasaran sindikat pencurian. (fer)