Tumpukan Sampah di Pademangan Barat Dikeluhkan Warga, Ini Respons Wali Kota Jakut
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat memastikan tumpukan sampah di Pademangan Barat telah diangkut. Meski begitu, pengamat menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan.

HALLONEWS.ID – Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, merespons keluhan warga Pademangan Barat terkait tumpukan sampah yang menebar bau menyengat.
Ia memastikan persoalan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan memerintahkan jajaran terkait untuk segera mengangkut sampah di lokasi.
Hendra menyebut laporan telah diterima dan ditangani.
“Berdasarkan informasi dari aparat wilayah, persoalan sampah tersebut telah dikoordinasikan dengan lurah serta satuan pelaksana Lingkungan Hidup kecamatan dan telah diangkut sejak pagi hari,” katanya dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026).
Namun demikian, Hendra tidak memberikan penjelasan lebih jauh saat disinggung soal keberadaan pedagang kaki lima (PKL) makanan siap saji yang beroperasi di sepanjang Jalan Hidup Baru dan Jalan Satria Raya, kawasan yang kerap menjadi titik penumpukan sampah.
Sebelumnya, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai persoalan sampah liar di Pademangan Barat, Jakarta Utara tidak cukup diselesaikan lewat laporan administratif.
Ia mendesak Wali Kota turun langsung ke lapangan untuk mengurai akar persoalan, termasuk dugaan adanya aktor yang memanfaatkan kawasan permukiman sebagai tempat pembuangan ilegal.
Menurut Yayat, kemunculan sampah berulang di titik yang sama mengindikasikan lemahnya pengawasan serta potensi permainan oknum.
Ia menyinggung pengalaman kepemimpinan sebelumnya yang mampu menekan praktik serupa melalui ketegasan kepala daerah.
Yayat juga menyoroti keberadaan pasar bayangan, PKL, dan tenda-tenda liar yang diduga bukan hanya menjadi sumber sampah, tetapi sekaligus tameng bagi praktik pembuangan sembarangan.
Ia mempertanyakan keberanian aparat wilayah untuk menertibkan jejaring informal tersebut.
“Kalau urusan dasar seperti sampah saja tak kunjung beres, wajar bila publik meragukan kesiapan Jakarta melangkah sebagai kota global,” pungkasnya. (fer)
