Usai Insiden Bekasi Timur, DPRD Dorong Evaluasi Tata Ruang dan Percepatan DDT

DPRD Kota Bekasi mendorong evaluasi tata ruang usai insiden KA di Bekasi Timur, termasuk percepatan proyek double-double track (DDT).

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:16 WIB
Usai Insiden Bekasi Timur, DPRD Dorong Evaluasi Tata Ruang dan Percepatan DDT
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi. Foto: Hallonews/Abdullah M

HALLONEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mendorong pemerintah pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang wilayah, khususnya terkait keberadaan perlintasan sebidang jalur kereta api.

Desakan ini mencuat setelah insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL lintas Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April 2026. Akibat insiden membuat 16 orang meninggal dunia dan puluha luka-luka.

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi menilai persoalan perlintasan sebidang tak bisa ditangani secara parsial. Menurutnya, diperlukan pendekatan terintegrasi dalam penataan ruang kota, melalui percepatan proyek double-double track (DDT) lintas Cikarang-Manggarai.

“Dalam konsep tata ruang wilayah, pembangunan double-double track sudah menjadi bagian penting. Saat ini realisasinya baru sampai Kranji-Manggarai, ke depan harus dilanjutkan hingga Cikarang,” kata Sardi kepada Hallonews, Rabu (6/5/2026).

Pembangunan jalur rel ganda empat tersebut akan berdampak signifikan terhadap penghapusan perlintasan sebidang. Pengalaman di lintas Manggarai hingga Kranji, kata dia, menunjukkan bahwa perlintasan sebidang dapat dieliminasi seiring hadirnya infrastruktur tersebut.

Namun demikian, Sardi mengingatkan bahwa penutupan perlintasan harus diiringi dengan penyediaan akses alternatif, seperti flyover. Tanpa itu, kebijakan penutupan justru berpotensi menyulitkan mobilitas masyarakat.

“Penutupan perlintasan tidak bisa dilakukan tanpa solusi. Flyover dan penataan jalur harus berjalan beriringan dalam satu perencanaan besar,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga mendukung sistem transportasi massal yang terintegrasi, efisien, dan aman.

Menurut dia, pengembangan transportasi berbasis rel memiliki peran strategis karena mampu menjangkau masyarakat luas dengan biaya yang relatif terjangkau. Oleh sebab itu, percepatan proyek double-double track dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan layanan tersebut.

Sardi juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Bekasi, termasuk proyek Flyover Bulak Kapal. Namun, ia menilai dukungan tersebut perlu diperluas hingga mencakup penguatan kebijakan tata ruang dan pembiayaan proyek strategis.

Ia pun mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk terus aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan guna mempercepat realisasi proyek tersebut.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kemudahan akses masyarakat. Kami berharap proyek double-double track Cikarang-Manggarai dapat segera terealisasi,” tandasnya. (dul)