Wali Kota Bogor: Koperasi Jadi Pilar Utama Penguatan

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menegaskan koperasi menjadi pondasi penguatan ekonomi kerakyatan dan berpeluang mendukung program Makan Bergizi Gratis melalui peran sebagai pemasok kebutuhan SPPG.

Senin, 1 Juni 2026 - 11:00 WIB
Wali Kota Bogor: Koperasi Jadi Pilar Utama Penguatan
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Dekopinda Kota Bogor periode 2025–2030. (Hallonews/Yopy)

HALLONEWS.ID – Kehadiran koperasi dinilai menjadi pondasi kuat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan agar terus tumbuh dan berkembang.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pimpinan serta pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kota Bogor periode 2025–2030.

Dalam sambutannya, Dedie mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Prabowo Subianto, pengembangan koperasi terus didorong sejalan dengan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia terpenuhi.

“Nah, dari situlah konsep Makan Bergizi Gratis lahir. Pembangunan SPPG itu menciptakan offtaker. Nantinya, setelah pembangunan SPPG berjalan, koperasi dapat berperan sebagai supplier. Di situlah dibangun siklus ekonomi dan sistem bisnis yang saling mendukung,” ujar Dedie saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Polbangtan, Senin (1/6/2026).

Dedie mengungkapkan, saat ini telah terbentuk 68 Koperasi Merah Putih di Kota Bogor, sementara empat koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Ia juga mendorong koperasi yang berada di bawah naungan Dekopinda untuk mengambil peran sebagai pemasok berbagai kebutuhan sektor usaha, seperti peternakan dan pertanian.

Menurutnya, permintaan komoditas tersebut terus meningkat, sementara sebagian besar pasokan masih berasal dari luar Kota Bogor.

“Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. Ke depan, koperasi dapat bekerja sama dengan Polbangtan untuk mengembangkan sistem pertanian perkotaan atau urban farming,” katanya.

Dedie menambahkan, koperasi perlu tetap optimistis karena pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan sektor perkoperasian.

“Sekali lagi, mudah-mudahan setelah pengukuhan dan pelaksanaan Rakerda ini lahir rekomendasi-rekomendasi yang baik untuk kemajuan koperasi di masa depan karena fondasinya sudah mulai kita bangun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat, mengatakan bahwa setelah pelantikan dan pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk memperkuat peran Dekopinda dalam membina dan mengembangkan gerakan koperasi di Kota Bogor.

“Dekopinda memiliki kekuatan untuk berbuat bagi Kota Bogor dalam rangka membina dan mengembangkan koperasi demi kepentingan anggota gerakan koperasi se-Kota Bogor,” kata Ade.

Ia menjelaskan, Dekopinda memiliki tiga fungsi utama. Pertama, sebagai wadah perjuangan untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan anggota kepada pemerintah maupun lembaga terkait.

Kedua, melakukan advokasi kepada pemerintah dan berbagai lembaga guna membuka peluang yang lebih luas bagi koperasi untuk terlibat dalam kegiatan usaha maupun pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, Dekopinda juga berfungsi mewakili anggota, baik di dalam maupun di luar organisasi, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi.

“Oleh karena itu, dengan tugas dan fungsi tersebut, kami akan terus berupaya mengembangkan diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi gerakan koperasi di Kota Bogor,” tutupnya. (opy)