1.052 Warga Binaan Buddha Dapat Remisi Waisak, Menimipas: Harapan Baru Menyambut Kehidupan Bebas

Sebanyak 1.052 narapidana dan anak binaan beragama Buddha menerima remisi khusus Waisak 2026. Enam narapidana di antaranya langsung bebas setelah memperoleh pengurangan masa pidana.

Minggu, 31 Mei 2026 - 9:42 WIB
1.052 Warga Binaan Buddha Dapat Remisi Waisak, Menimipas: Harapan Baru Menyambut Kehidupan Bebas
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE tahun 2026 membawa kabar penuh harapan bagi ribuan warga binaan beragama Buddha di seluruh Indonesia.

Melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) memberikan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) kepada 1.052 narapidana dan anak binaan yang memenuhi syarat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa sebanyak 1.047 narapidana menerima Remisi Khusus Waisak, sedangkan lima anak binaan memperoleh Pengurangan Masa Pidana Khusus.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.041 narapidana menerima Remisi Khusus I (RK I) berupa pengurangan sebagian masa pidana,” ujar Agus, Minggu (31/5/2026).

“Sementara itu, enam narapidana lainnya memperoleh Remisi Khusus II (RK II) sehingga langsung bebas. Adapun lima anak binaan menerima Pengurangan Masa Pidana Khusus I,” lanjutnya.

Agus menegaskan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghormatan negara terhadap hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, serta menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan.

Menurutnya, peringatan Waisak menjadi momentum penting untuk memperkuat refleksi diri, meningkatkan kualitas moral, dan membangun tekad menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga simbol kepercayaan negara kepada mereka yang terus berusaha memperbaiki diri,” tegasnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan dengan baik serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab saat kembali ke lingkungan sosial.

“Semoga Waisak 2026 ini menjadi harapan baru bagi semua,” pungkas Agus. (fer)