Sampah Menggunung di Pademangan Barat, Bau Busuk Dikeluhkan Warga
Tiga titik sampah liar yang sudah lama dibiarkan di Pademangan Barat menuai sorotan warga.

HALLONEWS.ID – Persoalan tumpukan sampah yang tak kunjung ditangani kembali menuai keluhan warga di Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Bau menyengat yang berasal dari sejumlah titik penumpukan sampah disebut telah mengganggu aktivitas harian masyarakat, terutama mereka yang melintas di kawasan tersebut.
Warga pun mendesak pemerintah setempat segera turun tangan, menertibkan titik-titik sampah liar, serta memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara tertib agar tidak terus mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Salah seorang warga, Bilqis Alviani (28), mengaku hampir setiap hari terpapar bau busuk saat beraktivitas di luar rumah.
Ia menyebut setidaknya ada tiga titik lokasi sampah yang kondisinya terus dibiarkan tanpa penanganan berarti.
“Tumpukan pertama berada tepat di depan Pasar Rajawali dan berada di pinggir jalan utama,” katanya kepada Hallonews, Minggu (15/2/2026)
“Titik kedua berada di depan deretan ruko di Jalan Satria Raya. Sementara titik ketiga, justru berada di atas trotoar yang kerap digunakan pedagang makanan siap saji pada malam hari,” imbuhnya.
Ia mengaku tidak mengetahui apakah aktivitas jualan di lokasi tersebut memiliki izin resmi atau tidak.
Bilqis juga mempertanyakan sejauh mana persoalan ini diketahui oleh pemerintah daerah.
“Namun yang jelas, sampah sisa aktivitas tersebut kerap dibiarkan menumpuk hingga mengeluarkan bau tak sedap,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Hamzani (44). Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut memang sudah lama dijadikan tempat pengumpulan sampah oleh warga tak dikenal.
Kondisi ini, kata Hamzani, bukan persoalan baru dan terus berulang tanpa solusi nyata.
Hamzani menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab masalah tak kunjung terselesaikan.
Ia menduga aparat wilayah seperti camat dan lurah jarang turun langsung ke lapangan sehingga tidak mengetahui kondisi riil di lokasi.
Ia juga mempertanyakan siapa saja pihak yang membuang sampah hingga menumpuk di titik-titik tersebut.
“Kami berharap aparat wilayah tidak berhenti bersikap seolah tidak mengetahui persoalan yang sudah lama dikeluhkan warga,” pungkasnya. (fer)
