Tak Hanya Angkut Sampah, DKI Benahi Sistem agar Muara Angke Tak Kembali Kotor

Pemprov DKI Jakarta tidak hanya membersihkan sampah di Muara Angke, tetapi juga memperkuat pengendalian dari wilayah hulu guna mencegah penumpukan kembali.

Minggu, 7 Juni 2026 - 2:00 WIB
Tak Hanya Angkut Sampah, DKI Benahi Sistem agar Muara Angke Tak Kembali Kotor
Pemprov DKI ajak warga hentikan kebiasaan buang sampah ke kali. Foto: Diskominfotik for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Tumpukan sampah yang sempat memenuhi kawasan Muara Angke menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak hanya terjadi di hilir, tetapi juga berawal dari wilayah hulu yang masih belum sepenuhnya terkendali.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai banyaknya sampah yang tiba di kawasan pesisir merupakan dampak dari aliran air yang membawa limbah rumah tangga dan sampah dari berbagai wilayah menuju muara.

Menurutnya, genangan tidak cukup hanya dengan membersihkan kawasan yang terdampak.

“Pemerintah juga memperkuat berbagai upaya pencegahan agar sampah tidak terus mengalir ke wilayah pesisir,” kata Afan pada Sabtu (6/6/2026).

Afan menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan sekat dan saringan sampah di sejumlah titik aliran air.

“Sistem tersebut berfungsi menahan sampah sebelum mencapai kawasan muara dan laut,” ujarnya.

Lanjutnya, selain itu, pemerintah terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik dari tingkat masyarakat hingga fasilitas pengolahan akhir.

“Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke sungai, kali, waduk, maupun saluran air lainnya,” tutur Afan.

Afan mengingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan dan meningkatnya risiko banjir saat musim hujan.

Karena itu, Pemprov DKI mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan menjaga Jakarta tetap bersih tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama untuk mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab.

“Ketika masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, lingkungan yang bersih dan sehat bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan,” tukasnya. (fer)