Ngopi Gratis Sambil Curhat ke Polisi, Cara Unik Bhabinkamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat
Program Kobin Polda Jawa Timur menghadirkan cara unik Bhabinkamtibmas mendekatkan diri dengan warga lewat ngopi gratis sambil menyerap aspirasi masyarakat.

HALLONEWS.ID – Di tengah padatnya aktivitas perkotaan, pendekatan humanis terus dilakukan jajaran Polri untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Salah satu inovasi menarik datang dari Polda Jawa Timur melalui program Kobin atau Kopi Cak Bhabin, yang menghadirkan cara sederhana namun efektif dalam mendekatkan polisi dengan warga.
Program ini digagas oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bubutan, Aipda Muhammad Sugeng Bin Wahab. Dengan mengayuh sepeda yang dimodifikasi menjadi gerobak kopi, Sugeng berkeliling kampung untuk menyapa warga sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Sepeda tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol pendekatan persuasif. Di sisi kanan dan kiri sepeda terdapat kantong perlengkapan kopi lengkap, yang digunakan Sugeng saat menjalankan tugas sambang warga.
“Kobin adalah sarana kami untuk berkeliling kampung. Selain menjalankan tugas pokok Bhabinkamtibmas, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Sugeng, Selasa (17/2/2026).
Menariknya, gerobak kopi tersebut dibuat menggunakan modal pribadi. Dedikasi ini menunjukkan komitmen Sugeng dalam menciptakan komunikasi yang hangat dan terbuka dengan warga binaannya.
Program Kobin sendiri terinspirasi dari budaya masyarakat Indonesia yang akrab dengan tradisi minum kopi. Bagi Sugeng, secangkir kopi bukan hanya minuman, tetapi juga jembatan dialog antara polisi dan masyarakat.
Dalam setiap kunjungannya, kopi yang disajikan diberikan secara gratis kepada warga.
Suasana santai saat ngopi bersama terbukti mampu mencairkan komunikasi.
Warga lebih leluasa menyampaikan keluhan, aspirasi, hingga persoalan keamanan lingkungan secara langsung tanpa rasa canggung.
Inovasi ini bahkan mendapat perhatian dari Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Batik Okra di Surabaya.
Program tersebut dinilai sebagai bentuk pendekatan kreatif yang dapat memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.
Melalui program Kobin, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat warga.
Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa menjaga keamanan tidak selalu harus dilakukan dengan cara formal, melainkan bisa melalui interaksi sederhana yang penuh kehangatan.
Kehadiran Kobin menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik dapat lahir dari kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat. Secangkir kopi yang disajikan Sugeng kini bukan sekadar minuman, tetapi simbol komunikasi, kepercayaan, dan kebersamaan. (min)
