Puasa di Tengah Banjir, Nestapa Warga Gang Mawar Bekasi Dihantam Luapan Kiriman Bogor

Kisah warga Gang Mawar Bekasi menghadapi banjir kiriman Bogor. Dalam Februari, banjir datang empat kali dan meninggalkan lumpur tebal.

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:28 WIB
Puasa di Tengah Banjir, Nestapa Warga Gang Mawar Bekasi Dihantam Luapan Kiriman Bogor
Banjir 2,5 meter menerjang warga Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

HALLONEWS.ID – Lumpur masih menempel dinding rumah Gandi (43) di Gang Mawar, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (21/2/2026). Sehari setelah banjir merendam permukiman mereka, warga sibuk membersihkan sisa lumpur mengendap di lantai rumah.

Bagi Gandi dan ratusan warga lainnya, banjir bukan lagi kejadian luar biasa. Februari ini saja, air sudah empat kali masuk ke rumah mereka. “Kalau evakuasi sudah biasa. Yang capek itu beres-beresnya. Lumpurnya tebal sekali,” kata Gandi.

Banjir pada Jumat (20/2) dipicu luapan Sungai Cileungsi dari wilayah hulu di Bogor. Air mulai merangsek ke permukiman sekitar pukul 10.30 WIB setelah melimpas dari tanggul. Sekitar 100 rumah di RT 08 RW 003 terendam.

Ramadan membuat situasi terasa lebih berat. Warga harus membersihkan rumah, menyelamatkan barang, hingga mengungsi sambil menahan lapar dan haus. “Rasanya beda kalau pas puasa. Badan capek, tapi tetap harus beres-beres. Lumpur yang ditinggal parah,” ucapnya.

Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, sementara yang memiliki rumah bertingkat bertahan di lantai dua. Aktivitas harian terganggu, dari memasak hingga ibadah. Namun bagi warga, solusi jangka panjang masih menjadi tanda tanya.

Banyak yang berharap relokasi dengan kompensasi layak, atau perbaikan tanggul yang benar-benar mampu menahan banjir kiriman.

Di Gang Mawar, banjir tak hanya merendam rumah, tetapi juga menyisakan rasa lelah yang menumpuk dari satu kejadian ke kejadian berikutnya. “Kalau cuma bersih-bersih, kami bisa. Tapi kalau tiap bulan begini, capek juga,” ujar Gandi.

banjir bekasi1
Banjir 2,5 meter menerjang warga Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat ketinggian air mencapai sekitar 2,5 meter dan berdampak pada lebih dari 100 kepala keluarga. Banjir mulai merendam permukiman menjelang waktu salat Jumat.

Menurut BPBD, banjir disebabkan kombinasi hujan deras sejak Kamis (19/2) malam dan banjir kiriman dari wilayah Bogor. “Sebagian besar warga melakukan evakuasi mandiri. Yang rumahnya bertingkat bertahan di lantai dua,” kata Anggota BPBD Kota Bekasi, Yoga Ardenta.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan luapan air dipicu pertemuan Kali Cileungsi dan Kali Cikeas. Diperparah dengan adanya bangunan di sempadan sungai yang memperparah risiko banjir.

“Kalau tinggi muka air di titik pertemuan sudah menyentuh 500 sentimeter, itu sudah pasti air akan naik meluap ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai. Dalam kondisi ekstrem bisa mencapai 750 sampai 850 sentimeter,” kata Tri.

Menurutnya, pembongkaran bangunan di bantaran sungai telah disepakati bersama warga agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bisa melakukan pengamanan tebing sungai dengan metode sheet pile.

Pemerintah Kota Bekasi mengoperasikan pompa air, termasuk pompa mobile dari BBWS, dengan kapasitas total sekitar 18.000 meter kubik per detik untuk mempercepat surutnya genangan. (dul)