Pasokan Daging Jakarta Tersendat, Dharma Jaya Baru Realisasikan 3.119 dari Kuota 7.500 Ekor Sapi
Perumda Dharma Jaya mengakui keterbatasan kandang membuat realisasi pemasukan sapi hidup ke Jakarta baru mencapai 3.119 ekor dari kuota 7.500 yang diberikan pemerintah pusat.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pasokan daging sapi bagi ibu kota. Salah satu upayanya adalah membangun fasilitas kandang baru di kawasan Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menambah kapasitas penampungan sapi hidup yang selama ini menjadi kendala utama dalam peningkatan pasokan daging ke Jakarta.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengungkapkan keterbatasan kandang membuat realisasi pemasukan sapi hidup belum maksimal, meski pemerintah pusat telah memberikan kuota cukup besar.
Pada tahun 2026, Dharma Jaya menargetkan pemasukan sapi hidup mencapai 10.000 ekor. Namun kuota yang diberikan Kementerian Pertanian hanya sebesar 7.500 ekor.
Dari jumlah tersebut, hingga kini Dharma Jaya baru mampu merealisasikan sekitar 3.119 ekor sapi.
“Bukan karena takut tidak laku, tetapi karena keterbatasan tempat penampungan,” kata Raditya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Lahan Lama Tak Bisa Digunakan
Raditya menjelaskan sebelumnya Dharma Jaya memiliki lahan sekitar 12 hektare di wilayah Serang, Banten, yang secara kapasitas mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi.
Namun lahan tersebut tidak lagi dapat digunakan sebagai kandang ternak karena adanya perubahan peruntukan kawasan.
“Sekarang lahan itu hanya diperbolehkan untuk kegiatan agrowisata, sehingga kami harus mencari lokasi alternatif,” ujarnya.
Sebagai solusi, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lahan baru di kawasan Ciangir, Kabupaten Tangerang, dengan luas sekitar 100 hektare.
Dari total area tersebut, sekitar 20 hektare telah digunakan untuk lembaga pemasyarakatan, sekitar 70 hektare masih dapat dikembangkan, dan sekitar 40 hektare direncanakan menjadi kawasan peternakan Dharma Jaya.
Pada tahap awal, Dharma Jaya akan membangun kandang sapi serta gudang pengolahan pakan untuk mendukung operasional peternakan.
Rencana Sentra Peternakan Terintegrasi
Ke depan, kawasan Ciangir dirancang menjadi sentra peternakan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain Rumah Potong Hewan (RPH), fasilitas cold storage untuk penyimpanan daging, dan area pengolahan pakan ternak.
Bahkan, RPH yang saat ini beroperasi di Cakung, Jakarta Timur, berpotensi dipindahkan ke Ciangir karena dinilai lebih ideal secara operasional.
“Jakarta sudah terlalu padat. Kalau di Ciangir lokasinya lebih jauh dari permukiman sehingga lebih ideal untuk kegiatan operasional,” ujar Raditya.
Target Tambah Pasokan Sapi
Raditya menambahkan rencana pembangunan fasilitas kandang tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta mendapat dukungan penuh.
Dengan adanya fasilitas baru ini, Dharma Jaya optimistis kapasitas pemasukan sapi hidup dapat meningkat hingga 1.000 ekor dalam satu periode pengadaan.
Jika target tersebut tercapai, perusahaan daerah itu berencana mengajukan tambahan kuota impor sapi agar target pemasukan 10.000 ekor sapi pada 2026 bisa terealisasi. (fer)
