176 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol MBZ Jelang Puncak Mudik Lebaran 2026

Sebanyak 176 ribu kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta melalui Tol Layang MBZ hingga H-6 Lebaran 2026. Arus mudik diperkirakan memuncak pada 18 Maret.

Senin, 16 Maret 2026 - 19:56 WIB
176 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol MBZ Jelang Puncak Mudik Lebaran 2026
176.000 kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta melalui Tol Layang MBZ hingga H-6 Lebaran 2026. Foto/Jasa Marga for Hallonews

HALLONEWS.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di jalur tol utama menuju arah timur. Hingga H-6 Lebaran, tercatat 176.815 kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ).

Data tersebut dihimpun oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek sejak H-10 hingga H-6 Lebaran 2026. Jumlah kendaraan itu meningkat 36,09 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya mencapai 129.923 kendaraan.

Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Hendri Taufik mengatakan lonjakan ini menunjukkan pergerakan masyarakat yang mulai meninggalkan ibu kota menjelang puncak arus mudik.

“Angka tersebut menunjukkan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar Jakarta menjelang masa mudik Lebaran,” ujar Hendri dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Secara khusus pada Minggu (15/3/2026), kendaraan yang melintas meninggalkan Jakarta melalui jalan tol layang tersebut mencapai 40.523 kendaraan. Jumlah itu melonjak 74,36 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang berada di angka 23.241 kendaraan.

Sebaliknya, arus kendaraan yang mengarah masuk ke Jakarta tercatat 32.565 kendaraan, atau turun 2,19 persendibandingkan volume normal sebanyak 33.293 kendaraan.

Hendri mengimbau masyarakat yang akan mudik melalui jalan tol layang MBZ agar merencanakan perjalanan dengan baik untuk menghindari kepadatan.

Menurut dia, pengaturan waktu perjalanan menjadi salah satu kunci agar arus lalu lintas tetap lancar selama periode mudik.

“Pengguna jalan diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan secara bijak serta mempersiapkan perjalanan dengan baik agar tidak terjadi kepadatan pada waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran. Adapun puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.

Rivan menjelaskan kepadatan lalu lintas biasanya terjadi di sekitar kilometer 66 ruas tol Jakarta–Cikampek, yang menjadi titik pertemuan kendaraan menuju jalur Trans Jawa.

Menurut dia, sekitar 50 persen kendaraan yang melintas di titik tersebut melanjutkan perjalanan menuju jaringan tol Trans Jawa, sehingga volume lalu lintas meningkat signifikan di kawasan tersebut. (dul)