Sidak ke Pasar Mayestik, Wamendag Roro Akui Kesal Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu

Wamendag Roro mengaku kesal dan marah saat menemukan harga cabai melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram.

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:57 WIB
Sidak ke Pasar Mayestik, Wamendag Roro Akui Kesal Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu
Wamendag Roro saat bertanya kepada pedagang cabai di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Foto: Hallonews/Agung Nugroho

HALLONEWS.ID – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti melakukan peninjauan harga barang kebutuhan pokok (bapok) ke Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).

Diketahui saat melakukan peninjauan Wamendag Roro mengaku kesal dan marah saat menemukan harga cabai melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram.

Dalam pantauan Hallonews, Wamendag Roro menyambangi pedagang telur lalu bertanya mengenai pasokan dan harga. Pedagang telur mengaku harga stabil di kisaran Rp32 ribu dan tidak ada kenaikan harga. Padahal harga acuan penjualan (HAP) telur sekitar Rp30 ribu per kilogram.

“Sejak kapan harga telurnya mencapai Rp32 ribu per kilogram,” tanya Wamendag Dyah Roro Esti kepada pedagang telur tersebut di Pasar Mayestik.

Kemudian pedagang telur pun menjelaskan harga telur sebelum Ramadan mulai naik dari sebelumnya di kisaran Rp 30.000-31.000/kg.

Pedagang telur pun mengaku mendapatkan stok dengan harga modal yang sudah tinggi dari distribusi yang sudah mendapatkan harga jual hampir menyentuh HAP Rp 30.0p0/kg.

“Dari sana (distributor). Hari ini hampir Rp 30.000/kg. Sejak minggu-minggu ini. Sebelumnya Rp 28.000-an,” jelas pedagang tersebut.

“Oh ya masuk akal. Tapi seharusnya kayak gitu terus. Bahkan sekarang pun seharusnya kayak gitu,” sahut Roro.

Lalu, Roro menyambangi pedagang cabai. Pedagang menyebut harga cabai merah keriting dijual Rp 80.000/kg dan cabai rawit Rp 120.000/kg.”(Cabai) rawit hari ini sudah Rp 120.000. (Cabai) rawit merah per hari ini,” imbuh ia.

Melihat hal tersebut, Roro kaget dan bertanya penyebab harga cabai mahal. Pasalnya, HAP cabai rawit Rp 40.000-Rp57.000/kg. “Pak ini cabai lagi naik banget, biasanya karena apa?” tanya Roro.

Pedagang tersebut mengaku mendapatkan stok dengan harga modal yang sudah tinggi, yakni Rp 70.000 untuk cabai merah keriting dan Rp 75.000 untuk cabai merah besar.

Kekesalan Roro terjadi usai mengetahui harga cabai di pedagang lainnya turun. Roro menemukan perbedaan harga yang cukup signifikan antarlapak. Harga cabai di kisaran Rp 37.000 hingga Rp 55.000/kg.

“Ini beda sama yang tadi. Berarti ibu lebih kompetitif di sini. Di sebelah-sebelah tadi lebih mahal. Makanya, saya marah-marah tadi di sana,” imbuh Roro.

Tak hanya cabai, harga daging sapi juga menjadi sorotan. Roro menemukan harga daging sapi mencapai Rp 160.000 per kg, bahkan untuk tenderloin mencapai Rp 170.000 per kg.

Saat dikonfirmasi, pedagang mengaku membeli karkas dengan harga Rp 115.000-Rp 140.000 dari pengepul di daerah Pamulang, bukan langsung dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Dari bos kita ada yang Rp 140.000,” ujar pedagang tersebut.

Roro pun melihat adanya masalah pada rantai distribusi. “Pantesan harganya naik. Jadi semakin banyak orang di tengah (tangan ketiga), semakin naik. Kalau Bapak belinya di pemasok langsung, pasti harga lebih rendah,” tutur Wamendag Roro.

Wamendag Roro pun menyambangi pedagang minyak. Harga Minyakita terpantau sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700/liter. Roro menegaskan pemerintah akan terus memantau rantai distribusi, terutama para distributor nakal yang menaikkan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

“Kita kepenginnya kalaupun sekarang menjelang hari besar, harganya harus tetap sama,” kata Wamendag Roro. (agn)