Tetap Serbu Puncak di H+2 Lebaran, Wisatawan Bilang “Macet Sudah Biasa”
Meski macet di Simpang Gadog saat H+2 Lebaran, wisatawan tetap antusias berlibur ke Puncak demi menikmati destinasi favorit

HALLONEWS.ID – Kawasan Puncak masih menjadi destinasi primadona bagi wisatawan, meski hampir setiap musim liburan selalu diwarnai kemacetan panjang, terutama di titik krusial seperti Simpang Gadog.
Fenomena ini kembali terlihat pada momen libur Lebaran 2026. Kepadatan arus kendaraan menuju Puncak tidak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap berlibur. Banyak wisatawan justru sudah mengantisipasi kemacetan sebagai bagian dari perjalanan.
Salah satu wisatawan, Septi Rahayu (23), mengaku telah memahami kondisi tersebut sejak awal. Ia bersama keluarganya tetap berangkat menuju Puncak meski harus menghadapi antrean panjang kendaraan.
“Sudah tahu, tiap tahun juga pasti macet kalau ke Puncak,” ujarnya saat di lampu merah Gadog Senin (23/3/2026).
Menurut Septi, daya tarik utama Puncak terletak pada suasana alam yang sejuk dan berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan. Ia menyebut, rasa lelah selama perjalanan akan terbayar saat tiba di kawasan pegunungan.
“Setahun sekali, pas sampai atas sudah sejuk,” katanya.
Selain faktor udara dingin, beragam destinasi wisata baru juga menjadi alasan kuat Puncak tetap diminati. Salah satunya adalah Mini Mania Puncak, yang menjadi tujuan perjalanan Septi bersama rombongan keluarganya.
Tak hanya itu, akses yang relatif dekat dari Jakarta dan wilayah penyangga seperti Tangerang membuat Puncak menjadi pilihan praktis untuk liburan singkat, khususnya saat momen panjang seperti Lebaran.
Bagi sebagian wisatawan, kemacetan di jalur Puncak bahkan dianggap sebagai bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Momen perjalanan bersama keluarga di dalam kendaraan, meski tersendat, justru menghadirkan kesan tersendiri.
“Seru juga macet-macetan begini,” tutur Septi.
Dengan kombinasi udara sejuk, panorama alam, ragam destinasi, serta akses yang mudah dijangkau, kawasan Puncak tetap mempertahankan statusnya sebagai destinasi favorit.
Kemacetan yang kerap terjadi pun tak cukup kuat untuk menggeser daya tariknya di mata wisatawan. (opy)
