Harga Energi Dunia Melonjak, Negara G7 Siapkan Subsidi hingga Pembatasan Harga BBM
Lonjakan harga energi akibat konflik dan gangguan Selat Hormuz membuat negara-negara G7 mengambil berbagai langkah darurat, mulai dari subsidi hingga pembatasan harga bahan bakar.

HALLONEWS.ID – Harga energi dunia melonjak tajam sejak konflik yang menyebabkan Selat Hormuz secara efektif terganggu. Harga minyak bahkan kembali naik hingga sekitar 116 dolar AS per barel, mendekati level tertinggi sejak awal konflik.
Kondisi ini membuat pemerintah di berbagai negara menghadapi tekanan besar untuk melindungi masyarakat dari lonjakan harga energi yang dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Seperti dilansir Sky News, Selasa (31/3/2026), para pemimpin keuangan dari negara-negara G7 menyatakan siap mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar energi dan membatasi dampak ekonomi dari volatilitas harga energi.
Jepang Beri Subsidi BBM
Pemerintah Jepang mengalokasikan sekitar 800 miliar yen dari dana cadangan untuk subsidi guna menjaga harga bensin tetap stabil di sekitar 170 yen per liter.
Subsidi tersebut diperkirakan dapat menelan biaya hingga 300 miliar yen per bulan. Jepang juga menyatakan akan terus memantau pergerakan pasar energi dengan sangat hati-hati.
Inggris Beri Bantuan Rumah Tangga
Di Inggris, regulator energi Ofgem masih memberlakukan pembatasan harga energi untuk melindungi rumah tangga dari lonjakan harga.
Pemerintah Inggris juga menyiapkan dana bantuan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah yang menggunakan minyak pemanas. Pemerintah lebih memilih bantuan yang ditargetkan kepada kelompok rentan dibandingkan subsidi energi besar-besaran yang dinilai terlalu mahal.
Jerman Batasi Kenaikan Harga BBM
Pemerintah Jerman mengambil langkah berbeda dengan membatasi kenaikan harga BBM. SPBU hanya diperbolehkan menaikkan harga sekali sehari pada tengah hari, tetapi boleh menurunkan harga kapan saja.
Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan denda hingga 100.000 euro.
Prancis dan Italia Beri Subsidi Energi
Prancis mengumumkan subsidi bahan bakar lebih dari 70 juta euro untuk sektor transportasi, pertanian, dan perikanan. Selain itu, pemerintah juga memberikan voucher energi bagi jutaan rumah tangga berpenghasilan rendah untuk membantu membayar tagihan energi.
Sementara itu, Italia mengalokasikan sekitar 417 juta euro untuk memangkas pajak bahan bakar bensin dan solar guna menekan harga di tingkat konsumen.
Negara Lain Juga Ambil Langkah Darurat
Selain negara G7, beberapa negara lain juga mengambil langkah darurat menghadapi krisis energi.
Australia memotong pajak bahan bakar hingga setengah selama tiga bulan dan menangguhkan biaya penggunaan jalan untuk kendaraan berat.
Filipina bahkan mengumumkan keadaan darurat energi akibat kekurangan pasokan bahan bakar dan mengaktifkan dana darurat untuk menjaga keamanan pasokan energi.
Sementara Korea Selatan meningkatkan penggunaan pembangkit listrik batu bara dan nuklir, serta mempertimbangkan pembatasan penggunaan kendaraan jika harga energi terus naik.
Dunia Hadapi Tekanan Energi Global
Lonjakan harga energi ini menunjukkan betapa pentingnya jalur pelayaran seperti Selat Hormuz bagi pasokan energi global. Gangguan di kawasan tersebut langsung berdampak pada harga minyak, listrik, dan bahan bakar di seluruh dunia.
Jika krisis energi terus berlangsung, banyak negara diperkirakan akan memperluas subsidi, bantuan sosial, hingga intervensi pasar untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi. (ren)
