BNN Gandeng Universitas Negeri Jakarta, Program “Ananda Bersinar” Jadi Senjata Baru Lindungi Anak
BNN dan UNJ perkuat kerja sama pencegahan narkoba melalui kurikulum hingga program Ananda Bersinar, fokus lindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

HALLONEWS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menggandeng dunia pendidikan.
Kali ini, BNN melakukan audiensi strategis bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Gedung Rektorat UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, bersama jajaran pejabat tinggi BNN. Sementara dari pihak kampus, Rektor UNJ Komarudin menyambut hangat kunjungan tersebut.
Dalam sambutannya, Komarudin menegaskan komitmen UNJ dalam mendukung program pencegahan narkoba, baik melalui integrasi dalam kurikulum pendidikan maupun kegiatan di lingkungan kampus dan sekolah Labschool.
“Kami sangat mendukung upaya BNN, termasuk integrasi dalam kurikulum di tingkat sekolah dan perguruan tinggi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026)
Ia juga menambahkan bahwa UNJ selama ini aktif melakukan mitigasi potensi kasus narkoba melalui kerja sama dengan aparat kepolisian, guna memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.

Di sisi lain, Kepala BNN RI memberikan apresiasi terhadap kontribusi UNJ, khususnya Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
Prodi tersebut telah menjadi mitra strategis BNN dan UNODC sejak 2019 dalam pengembangan program ketahanan keluarga anti narkotika.
Lebih lanjut, BNN kini tengah melakukan transformasi pendekatan dengan fokus pada perlindungan anak melalui program “Ananda Bersinar”. Program ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya paparan narkotika di kalangan anak-anak.
“Modus peredaran narkotika kini semakin beragam, bahkan dikemas dalam bentuk permen dan makanan. Ini sangat berbahaya bagi anak-anak,” tegas Suyudi Ario Seto.
Kolaborasi antara BNN dan UNJ ini diharapkan tak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga mampu melahirkan model konkret pencegahan di lapangan.
Dengan sinergi ini, kedua pihak berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba serta melindungi masa depan generasi muda Indonesia. (gin)
