Macan Tutul Turun ke Permukiman Warga di Puncak Bogor, Dievakuasi dan akan Dilepasliarkan
Seekor macan tutul Jawa turun dari habitatnya di Gunung Pangrango dan masuk ke permukiman warga di kawasan Puncak Bogor. Satwa dilindungi tersebut akhirnya dievakuasi setelah terjebak perangkap dan akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya setelah menjalani perawatan.

HALLONEWS.ID – Seekor macan tutul Jawa dilaporkan turun dari habitatnya di kawasan Gunung Pangrango dan masuk ke permukiman warga di Tugu Selatan, Puncak, Kabupaten Bogor. Kejadian ini sempat meresahkan warga karena satwa liar tersebut beberapa kali memangsa ternak warga.
Asep Zaenal Mutaqin, Asisten Manager Legal dan Umum PTPN I Regional 2 mengatakan macan tutul liar tersebut turun dari habitatnya di Gunung Pangrango dan akhirnya tertangkap setelah terjebak dalam perangkap milik warga.
Untuk mengamankan satwa liar tersebut, warga kemudian meminta bantuan pihak terkait. Petugas kemudian melakukan pembiusan agar proses evakuasi dapat berjalan aman.
“Ini macan dari gunung. Dia turun ke pemukiman warga. Dia terjebak dalam perangkap warga. Kami bius dulu baru dilakukan evakuasi,” kata Asep Zaenal, Jumat (3/4/2026).
Warga Resah Karena Ternak Dimangsa
Keberadaan macan tutul tersebut sempat membuat warga ketakutan karena beberapa ternak milik warga, terutama ayam, dimangsa oleh satwa liar tersebut.
Salah satu warga, Anwar (49), mengatakan macan tutul tersebut sudah beberapa kali turun ke permukiman warga pada malam hari.
“Sudah beberapa kali ayam kami dimakan macan ini. Biasanya turun malam sekitar pukul 22.30 WIB,” katanya.
Menurut warga, kejadian macan tutul masuk ke permukiman bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut.
Akan Dilepasliarkan Kembali ke Gunung Pangrango
Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan BKSDA, PTPN I Regional 2, Taman Safari Indonesia, serta warga setempat. Proses penanganan dilakukan sesuai standar prosedur konservasi satwa liar.
Saat ini macan tutul tersebut masih menjalani observasi dan perawatan karena mengalami luka pada bagian kaki akibat jeratan perangkap.
Setelah kondisi kesehatannya pulih, macan tutul tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di Gunung Pangrango.
Pihak terkait mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan satwa liar di permukiman dan segera melapor kepada petugas agar dapat ditangani secara aman dan sesuai prosedur konservasi. (opy)
