Dilengkapi Fasilitas Modern, Pemprov DKI Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Kramat Jaya

Gubernur Pramono dorong pasar tradisional naik kelas lewat revitalisasi dan digitalisasi. Pasar modern dengan fasilitas lengkap disiapkan.

Senin, 6 April 2026 - 16:30 WIB
Dilengkapi Fasilitas Modern, Pemprov DKI Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Kramat Jaya
Gubernur Pramono saat meninjau sejumlah pasar di Jakarta Pusat. Foto: Diskominfotik for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menggenjot penataan ulang pasar rakyat melalui proyek revitalisasi di dua titik strategis, yakni Pasar Gardu Asem dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Pusat.

Langkah ini diarahkan untuk mengubah wajah pasar tradisional menjadi lebih modern, tertib, dan berdaya saing, tanpa menghilangkan fungsinya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting sebagai ruang interaksi warga. Oleh karena itu, pembenahan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga pada sistem pengelolaan.

“Dari total ratusan pasar di Jakarta, sebagian besar sudah mulai bertransformasi ke sistem pembayaran non-tunai. Ini diharapkan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Untuk proyek Pasar Gardu Asem, revitalisasi dilakukan di atas lahan seluas sekitar 1.735 meter persegi. Selama proses pembangunan, puluhan pedagang direlokasi sementara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Ke depan, pasar tersebut akan dilengkapi ratusan kios dan los yang dirancang lebih tertata guna menampung seluruh pedagang.

Sementara itu, Pasar Kramat Jaya dibangun dari nol di lahan baru seluas 2.617 meter persegi. Pasar ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas tambahan seperti area olahraga, sehingga menjadi ruang publik multifungsi bagi warga.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menjelaskan bahwa kedua proyek tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas modern.

Fasilitas yang disiapkan antara lain sarana ibadah, toilet ramah disabilitas, ruang laktasi, sistem keamanan berbasis CCTV, hingga penggunaan energi ramah lingkungan seperti panel surya.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti area parkir, jaringan air bersih, dan sistem pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama agar pasar dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Pembangunan kedua pasar ini ditargetkan rampung pada 2027, dengan Pasar Kramat Jaya diproyeksikan selesai lebih awal.

Pemerintah berharap proyek ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, pedagang, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pasar yang lebih maju dan inklusif. (fer)