Tak Lagi Rabu, ASN Kota Bekasi Kini WFH Tiap Jumat, Ini Alasannya
Pemkot Bekasi ubah jadwal WFH ASN menjadi setiap Jumat. Kebijakan ini mengikuti arahan pusat demi efisiensi energi dan mobilitas.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota Bekasi menyesuaikan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) menjadi setiap hari Jumat. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah pemerintah pusat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengikuti kebijakan nasional agar implementasi di lapangan berjalan lebih terintegrasi.
“Pemerintah daerah adalah bagian dari satu sistem pemerintahan. Ketika arah kebijakan nasional telah ditetapkan, maka sudah seharusnya kita menyesuaikan,” kata Tri, Senin (6/4/2026).
Sebelumnya, Pemkot Bekasi menerapkan WFH setiap hari Rabu. Namun, kebijakan itu kini diubah menjadi Jumat dengan tetap mempertimbangkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan publik.
Tri menegaskan, perubahan jadwal tidak akan mengganggu kinerja ASN maupun layanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema kerja yang adaptif agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Yang utama adalah memastikan produktivitas tetap terjaga dan pelayanan publik tetap optimal,” ucapnya.
Perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap beroperasi dengan pengaturan kehadiran yang proporsional. Dengan begitu, layanan publik tetap berjalan tanpa hambatan meski sebagian ASN bekerja dari rumah.
Di sisi lain, kebijakan WFH juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong percepatan digitalisasi birokrasi. Pemkot Bekasi menargetkan sistem pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan dapat diakses tanpa batas ruang.
Untuk menjaga disiplin, pengawasan terhadap ASN selama WFH akan diperketat melalui sistem berbasis teknologi dengan indikator kinerja yang terukur. “Tentu pengawasan kita perketat supaya tetap disiplin. Kinerja ASN akan terus dipantau melalui sistem,” imbuhnya.
Ia berharap, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga mendorong budaya kerja yang lebih akuntabel dan berorientasi pada hasil.
Penyesuaian kebijakan WFH ini juga dilakukan sejumlah daerah lain sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan kerja fleksibel secara nasional. (dul)
