Panas Ekstrem di Bekasi Picu Ancaman Kesehatan, Ini Imbauan Dinkes

Cuaca panas ekstrem melanda Bekasi akibat El Nino. Dinkes ingatkan warga waspada dehidrasi dan heatstroke, kurangi aktivitas luar ruangan.

Jumat, 10 April 2026 - 7:30 WIB
Panas Ekstrem di Bekasi Picu Ancaman Kesehatan, Ini Imbauan Dinkes
Dok Pemkot for Hallonews.id RuJalaudara di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

HALLONEWS.ID – Suhu panas ekstrem mulai melanda Kota Bekasi dalam beberapa waktu terakhir, seiring dampak fenomena El Nino yang kian terasa. Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan peringatan kepada warga terkait risiko dehidrasi hingga gangguan kesehatan serius.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini mengatakan kondisi cuaca saat ini menunjukkan perubahan yang cukup ekstrem, dari panas terik ke suhu lebih dingin dalam waktu singkat.

“Perbedaan cuaca ini menjadi bagian dari gelombang panas yang perlu diwaspadai masyarakat,” kata Satia, Jumat (10/4/2026).

Panas menyengat dilaporkan terasa di berbagai wilayah Bekasi, mulai dari Medansatria hingga Mustikajaya. Kondisi ini dinilai sebagai dampak langsung dari anomali cuaca yang dipicu El Nino.

Perubahan suhu yang tidak menentu tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Dinkes mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari, guna menghindari paparan panas berlebih yang dapat memicu heatstroke. Selain itu, warga disarankan mulai menyesuaikan pola aktivitas dengan lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Menurut Satia, langkah paling penting dalam menghadapi cuaca panas adalah menjaga kecukupan cairan tubuh. “Yang paling utama adalah memperbanyak minum air putih. Sementara konsumsi kopi dan minuman manis sebaiknya dikurangi,” ucapnya.

Dinkes juga memberikan sejumlah panduan kesehatan bagi masyarakat:

– Perbanyak konsumsi air putih setiap hari
– Kurangi minuman berkafein dan tinggi gula
– Alihkan olahraga ke dalam ruangan
– Gunakan pelindung seperti topi atau payung saat keluar rumah

Satia mengingatkan, dehidrasi tidak hanya menyebabkan kelelahan, tetapi juga bisa memicu penyakit lain seperti radang tenggorokan hingga penurunan daya tahan tubuh. “Kalau sudah dehidrasi, biasanya penyakit ikutan lebih sulit ditangani,” ungkapnya.

Dinkes memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan disiplin menjaga kesehatan di tengah suhu yang terus meningkat. (dul)