Kolong Tol Wiyoto Diserbu 52 Truk, dari Gunung Sampah Jadi Harapan Baru Warga

Tumpukan sampah di kolong tol dipicu oleh longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Bekasi.

Selasa, 14 April 2026 - 12:38 WIB
Kolong Tol Wiyoto Diserbu 52 Truk, dari Gunung Sampah Jadi Harapan Baru Warga
Hallonews/Agung Nugroho foto : Situasi kolong tol Wiyoto Wiyono Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (14/4/2026) siang. Tumpukan sampah di kolong sempat viral.

HALONEWS.ID – Beberapa waktu lalu, tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara sempat viral dan menjadi sorotan publik. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dengan menerjunkan total 32 unit truk untuk membersihkan area tersebut.

Tokoh masyarakat RT 06/RW 05 Kelurahan Sungai Bambu, Suwitno, menjelaskan bahwa penumpukan sampah itu dipicu oleh longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Bekasi. Saat kejadian, pembuangan sampah ke TPA sempat dihentikan sementara, sehingga sampah menumpuk di sejumlah titik, termasuk di kolong tol.

Ia juga mengungkapkan setelah kondisi di TPA Bantar Gebang kembali normal, pengangkutan sampah dilanjutkan dengan sistem kerja bergilir dalam tiga shift oleh DLH. Berkat upaya tersebut, tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto berhasil dibersihkan hanya dalam waktu dua hari.

“Alhamdulillah, dalam dua hari sampah sudah tuntas diangkut dan area kembali bersih,” ujar Suwitno saat ditemui Hallonews di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, ke depan kawasan kolong tol akan ditata ulang agar lebih rapi dan nyaman, sekaligus mencegah terulangnya penumpukan sampah. Warga berharap tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah liar yang menimbulkan bau dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Dalam proses pembersihan, DLH mengerahkan 22 truk pada hari pertama dan 10 truk pada hari kedua. Kini, pengangkutan sampah dilakukan secara rutin dengan dua truk yang langsung mengangkut sampah tanpa menimbulkan penumpukan,” ucapnya.

Sebagai langkah lanjutan, Suwitno menambahkan, kawasan tersebut direncanakan akan dijadikan taman.

“Selain itu, pengawasan juga diperketat dengan kehadiran petugas Satpol PP dari Kelurahan Sungai Bambu. Warga pun diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tandasnya. (agn)