Stok Pangan Bekasi Masuk Level Waspada, Ini Komoditas yang Terancam
Cuaca ekstrem mulai menekan stok pangan di Bekasi. Sejumlah komoditas seperti beras hingga sayuran masuk level waspada, pemerintah diminta siaga.

HALLONEWS.ID – Ancaman cuaca ekstrem mulai menekan ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi. Sejumlah komoditas pokok dilaporkan masuk level waspada, di tengah potensi gagal panen dan terganggunya distribusi akibat anomali iklim.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat memperkuat strategi pengamanan pasokan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari kondisi cuaca yang tidak menentu, termasuk potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Benny Yulianto Iskandar mengatakan pihaknya mengandalkan kolaborasi lintas sektor guna menjaga stabilitas pangan khusus bagi warga berada di 23 kecamatan.
“Upaya kami fokus pada pengurangan risiko gagal panen dan menjaga distribusi tetap lancar. Kami juga memastikan cadangan pangan pemerintah daerah tetap tersedia,” kata Benny kepada Hallonews, Kamis (16/4/2026).
DKP melakukan pemantauan stok dan pasokan secara real time, memperkuat infrastruktur air, serta mendorong penerapan teknologi pertanian. Adaptasi pola tanam berbasis iklim juga digencarkan untuk menekan risiko produksi.
Selain itu, kata dia, pemerintah menyiapkan langkah intervensi cepat seperti penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), penanganan wilayah rawan pangan, hingga operasi Gerakan Pangan Murah.
Upaya diversifikasi pangan juga mulai didorong. Komoditas lokal seperti singkong, ubi, sukun, dan jagung dipromosikan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu.
Namun di sisi lain, DPRD Kabupaten Bekasi menilai kondisi saat ini perlu diwaspadai serius. Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Jiovanno Nahampun mengungkapkan sejumlah komoditas strategis telah menunjukkan tanda tekanan.
“Stok pangan kita sudah warning. Perlu langkah cepat untuk menjaga stabilitas, bahkan jika perlu dilakukan penambahan cadangan,” katanya.
Data pemerintah mencatat cadangan beras daerah pada 2026 berada di angka 150,59 ton, hasil sisa distribusi tahun sebelumnya. Namun angka tersebut dinilai perlu diperkuat seiring meningkatnya risiko gangguan produksi dan distribusi.
Komoditas yang masuk level waspada antara lain beras, minyak goreng, jagung, bawang merah, bawang putih, kedelai, hingga sayuran.
Pemerintah juga mengingatkan peran masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan, mulai dari mengurangi pemborosan hingga memanfaatkan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan mandiri. (dul)
