Terbongkar di X-Ray, Kurir Sabu 12 Kg dari Malaysia Diciduk di Pelabuhan Bakauheni
Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 12 kg sabu dari Malaysia ke Surabaya. Kurir ditangkap di Pelabuhan Bakauheni setelah terdeteksi mesin X-ray.

HALLONEWS.ID – Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional kembali digagalkan aparat kepolisian.
Tim Bareskrim Polri berhasil mengamankan seorang kurir yang membawa sabu dalam jumlah besar saat pemeriksaan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Penangkapan terjadi pada Sabtu (18/4) saat petugas melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di jalur penumpang.
Kecurigaan muncul ketika hasil pemeriksaan X-ray menunjukkan adanya benda mencurigakan dalam tas berwarna hitam milik pelaku.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan narkotika jenis sabu dengan berat lebih dari 12 kilogram, serta beberapa butir pil yang diduga merupakan ekstasi.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa pelaku langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan awal di lokasi sebelum dibawa ke pos guna proses penyelidikan lebih lanjut.
“Dari hasil interogasi, diketahui tersangka berinisial Rasad berencana mengirimkan barang haram tersebut ke Surabaya, Jawa Timur,” kata Eko, Sabtu (19/4/2026).
Ia mengaku mendapatkan sabu tersebut dari sebuah rumah kosong di wilayah Klang, Selangor, Malaysia.
Dalam aksinya, pelaku disebut hanya berperan sebagai kurir. Ia dijanjikan bayaran puluhan juta rupiah setelah barang sampai tujuan, dengan biaya operasional awal yang telah diberikan oleh pihak yang menyuruhnya.
“Perjalanan pelaku menuju Indonesia tergolong berliku. Ia menyeberang menggunakan speedboat melalui jalur Tanjung Balai, lalu melanjutkan perjalanan darat dari Sumatera menuju Lampung hingga akhirnya tertangkap saat hendak menyeberang ke Pulau Jawa,” ungkapnl Eko.
Selain barang bukti sabu, polisi juga menyita sejumlah barang lain seperti telepon genggam, identitas diri, uang tunai dalam rupiah dan ringgit Malaysia yang diduga terkait dengan aktivitas tersebut.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam pengiriman narkotika lintas negara tersebut.
Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya yang masuk melalui jalur perairan dan pelabuhan. (min)
