Jalan CBL di Cibitung Bekasi Amblas di Tiga Titik, Ini Penyebabnya

Jalan CBL di Bekasi kembali amblas di tiga titik akibat dampak banjir. Pemkab Bekasi siapkan perbaikan.

Rabu, 22 April 2026 - 11:31 WIB
Jalan CBL di Cibitung Bekasi Amblas di Tiga Titik, Ini Penyebabnya
Plt Bupati Bekasi meninjau jalan amblas di CBL, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.Foto 1 Humas Pemkab Bekasi for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kerusakan kembali terjadi di ruas Jalan Raya Cikarang Bekasi Laut (CBL). Dalam sepekan terakhir, sedikitnya tiga titik jalan dilaporkan amblas, memicu gangguan lalu lintas sekaligus kekhawatiran pengguna jalan yang melintas.

Tiga titik kerusakan tersebut berada di depan Perumahan Islami Toyibah, depan Perumahan Tirta Alam, Desa Kertamukti, serta di sekitar Jembatan Buwek Baru, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi badan jalan mengalami retakan hingga patah. Di beberapa bagian, permukaan jalan bahkan turun mendekati aliran kali. Struktur beton yang cukup tebal tidak mampu menahan pergerakan tanah di bawahnya yang tergerus air.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan penanganan akan segera dilakukan, mengingat anggaran telah tersedia dan tim teknis telah disiapkan.

“Anggaran sudah ada, tinggal pelaksanaannya. Kami targetkan dalam waktu dekat sudah bisa mulai,” kata Asep, Rabu (22/4/2026).

bekasi 1
Jalan amblas di CBL, Kecamatan Cibitung, mendapat perhatian serius dari Plt Bupati Bekasi. Humas Pemkab Bekasi for Hallonews

Menurut dia, kerusakan jalan dipicu oleh banjir yang sebelumnya melanda kawasan tersebut. Air yang mengalir deras menggerus tanah di bawah badan jalan, sehingga struktur menjadi tidak stabil dan akhirnya amblas.

“Jalan ini berada di atas tanggul tanpa penahan yang memadai. Tanah di bawahnya tergerus air, lama-kelamaan tidak kuat menahan beban,” ucapnya.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah akan membangun tembok penahan tanah (TPT) di titik-titik rawan. Pembangunan difokuskan terlebih dahulu pada lokasi yang paling rentan untuk mencegah kerusakan meluas.

Namun, perbaikan secara menyeluruh di sepanjang jalur CBL diakui membutuhkan waktu dan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penanganan akan dilakukan secara bertahap.

“Untuk keseluruhan sepanjang Kali CBL tentu perlu waktu. Kita lakukan bertahap, ditargetkan dalam beberapa tahun ke depan bisa tertangani,” ujarnya.

Selain memperbaiki titik yang sudah rusak, pemerintah juga akan memetakan lokasi lain yang berpotensi mengalami kerusakan serupa, terutama di kawasan yang rawan terdampak banjir.

Asep menargetkan proses perbaikan dapat mulai dikerjakan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Ia memastikan, perbaikan tidak hanya dilakukan pada struktur penahan tanah, tetapi juga pada badan jalan yang terdampak.

“Kalau penahan tanah dibangun, jalan juga pasti kita perbaiki agar kembali aman dilalui,” tandasnya. (dul)