Pemkab Bogor Terapkan Gentengisasi di Jalur yang Sering Dilewati Presiden Prabowo

Pemkab Bogor mulai program gentengisasi di jalur Bojongkoneng–Cijayanti atau akses menuju kediaman Presiden Prabowo Subianto

Rabu, 22 April 2026 - 12:06 WIB
Pemkab Bogor Terapkan Gentengisasi di Jalur yang Sering Dilewati Presiden Prabowo
Program gentengisasi Kabupaten Bogor di jalur Bojongkoneng–Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. Foto: Hallonews/Dok Pemkab Bogor

HALLONEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menjalankan program gentengisasi di sepanjang jalur Bojongkoneng–Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Program ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan strategis yang kerap dilalui Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa kegiatan pembenahan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Penataan yang dilakukan tidak hanya mencakup perbaikan jalan dan saluran drainase, tetapi juga pembersihan lingkungan, seperti pembabatan rumput liar dan penanaman vegetasi di sepanjang jalur tersebut.

Selain itu, program gentengisasi menjadi salah satu fokus utama. Melalui program ini, atap rumah warga yang sebelumnya menggunakan asbes diganti dengan genteng.

“Proses pengerjaan dilakukan dengan memberdayakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja,” kata Eko dikutip wartawan media ini Rabu (22/4/2026).

Menurut Eko, penataan kawasan difokuskan di sepanjang jalur Bojongkoneng hingga perbatasan Cijayanti dan Sentul.

Wilayah ini dinilai memiliki nilai strategis karena menjadi akses menuju Padepokan Garuda Yaksa, yang merupakan kediaman Presiden, sekaligus jalur yang sering dilalui tamu negara.

Ia menambahkan, program gentengisasi tidak akan berhenti di lokasi tersebut. Pemerintah daerah berencana memperluas pelaksanaannya ke wilayah lain di Kabupaten Bogor dengan mempertimbangkan skala prioritas.

Penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah akan menertibkan PKL yang mengganggu fungsi jalan dan lalu lintas, sementara pedagang yang tidak mengganggu akan ditata agar tetap mendukung keindahan kawasan.

Eko menyebut, pemilihan jalur Bojongkoneng–Cijayanti sebagai proyek awal didasarkan pada pertimbangan strategis dan potensi kawasan sebagai wajah representatif daerah, terutama karena tingginya intensitas kunjungan tamu negara.

Untuk pembiayaan, program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pelaksanaannya didukung melalui skema corporate social responsibility (CSR) dari berbagai pihak serta partisipasi masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas permukiman dan penataan kawasan di Kabupaten Bogor, khususnya pada wilayah dengan mobilitas tinggi dan nilai strategis. (opy)