Penumpang Keluhkan Minim Informasi, Keberangkatan Kereta di Pasar Senen Molor Berjam-jam
Penumpang mengeluhkan minimnya informasi keberangkatan kereta di Stasiun Pasar Senen. Banyak yang menunggu berjam-jam tanpa kepastian.

HALLONEWS.ID – Kekacauan arus keberangkatan kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat memicu keluhan keras dari para penumpang.
Minimnya informasi resmi terkait jadwal pemberangkatan menuju Yogyakarta membuat calon penumpang terlantar dan terpaksa menunggu berjam-jam tanpa kepastian.
Pingkan (56), warga Kota Tangerang, mengaku kecewa karena tidak menerima pemberitahuan apa pun mengenai perubahan jadwal keberangkatan kereta yang akan ditumpanginya.

Foto: Dokumen Hallonews.
“Saya tidak menerima informasi sama sekali. Karena khawatir tertinggal kereta, saya berangkat dari rumah mengikuti jadwal tiket. Namun saat tiba di stasiun, penumpang sudah membludak,” ujar Pingkan dihubungi pada Selasa (28/4/2026).
Ia menilai lemahnya sistem informasi kepada penumpang telah menimbulkan kepanikan massal di area stasiun.
Keluhan serupa disampaikan Rudi (58), suami Pingkan. Ia mengatakan situasi di Stasiun Pasar Senen sangat memprihatinkan lantaran ribuan calon penumpang menumpuk hingga ke area parkir kendaraan.

Foto: Dokumen Hallonews.
“Awalnya kami kaget saat masuk area parkir mobil. Penumpang membludak dan mengantre panjang sampai ke luar area utama stasiun. Ternyata pemberangkatan kereta luar kota masih belum normal,” kata Rudi.
Menurut dia, keterlambatan perjalanan sudah terjadi sejak sore hari. Penumpang dengan jadwal keberangkatan pukul 17.40 WIB hingga pukul 23.00 WIB masih belum mendapat kepastian keberangkatan.
“Sekarang sudah pukul 23.00 WIB, tapi penumpang jadwal sore masih tertahan. Artinya penumpang yang jadwal malam seperti istri saya kemungkinan baru berangkat menjelang subuh atau bahkan lebih lama. Sampai saat ini tidak ada kepastian,” tegasnya.

Foto: Dokumen Hallonews.
Rudi menambahkan, banyak penumpang memilih bertahan di lokasi karena khawatir kereta diberangkatkan mendadak tanpa pemberitahuan.
“Kami tidak berani meninggalkan stasiun. Takutnya tiba-tiba kereta berangkat lebih cepat. Akibatnya banyak penumpang akhirnya duduk, tiduran, bahkan selonjoran di area parkir karena kehabisan tempat tunggu,” ungkapnya. (fer)
