Longsor di Bantaran Kali Cibuluh Bogor, BPBD Minta Pembangunan TPT Segera Dilakukan
Tanah longsor terjadi di Kelurahan Ciparigi, Bogor Utara, akibat erosi aliran Kali Cibuluh. BPBD Kota Bogor meminta pembangunan tembok penahan tanah untuk mencegah longsor susulan

HALLONEWS.ID – Tanah longsor terjadi di kawasan Neglasari II RT 01 RW 01, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (15/5/2026).
Peristiwa tersebut dipicu oleh kondisi tanah di bantaran Kali Cibuluh yang terus mengalami pengikisan akibat derasnya aliran air.
Longsor terjadi di area belakang bekas pabrik tahu yang sudah tidak lagi beroperasi. Material tanah yang runtuh memiliki panjang sekitar lima meter dengan tinggi mencapai tiga meter.
Selain itu, longsoran sempat menutup sebagian aliran Kali Cibuluh sehingga menghambat arus air di lokasi kejadian.
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor sekitar pukul 07.00 WIB dari warga setempat melalui pesan WhatsApp.
Setelah menerima informasi, tim TRC-PB BPBD Kota Bogor langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan awal.
Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Heru Apriyansah, mengatakan longsor terjadi akibat tanah di bantaran kali yang terus terkikis aliran air. Menurutnya, kondisi tersebut membuat struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya runtuh.
Petugas BPBD bersama aparat kelurahan, pengurus RT/RW, serta anggota Keltana Ciparigi melakukan assessment di lokasi guna memastikan tidak ada potensi longsor susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.
“Akibat tanah yang tergerus oleh Kali Cibuluh sehingga terjadi longsor di area belakang bekas pabrik tahu yang sudah tidak aktif,” ujarnya.
Selain melakukan pengecekan, warga bersama petugas juga bergotong royong membersihkan material longsoran yang menutup sebagian aliran sungai agar aliran air kembali normal.
BPBD Kota Bogor menilai pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di lokasi longsor menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pembersihan material longsor juga diperlukan agar tidak menimbulkan genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Hingga proses penanganan selesai dilakukan, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama saat curah hujan meningkat. (opy)
