Krisis Sampah Jakarta Makin Nyata, Dewan Janji Umumkan Solusi Pekan Depan
DPRD DKI bersama pemerintah pusat akan merumuskan solusi besar mengatasi darurat sampah Jakarta.

HALLONEWS.ID – Anggota Pansus Pengelolaan Sampah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, menilai rencana penghentian pembuangan sampah ke Bantargebang, Jawa Barat mulai Agustus mendatang sulit direalisasikan apabila belum ada solusi konkret yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurutnya, volume sampah di Jakarta yang mencapai sekitar 8.000 hingga 9.000 ton per hari membuat kebijakan tersebut sangat berat diterapkan dalam waktu singkat.
“Dengan jumlah sampah sebesar itu, tentu perlu solusi yang benar-benar matang,” ujar Pandapotan pada Selasa (19/5/2026).
Ia mengusulkan agar para pemulung yang selama ini bekerja di kawasan Bantargebang diberdayakan untuk membantu proses pemilahan sampah di tingkat kelurahan.
Menurutnya, para pemulung memiliki pengalaman dan kemampuan yang lebih baik dalam memilah jenis sampah dibanding masyarakat umum.
“Pemulung justru punya keahlian dalam memilah sampah dan itu bisa dimanfaatkan untuk membantu pengelolaan sampah di lingkungan warga,” katanya.
Sementara itu, Anggota Pansus lainnya, Yudha Permana, mengatakan DPRD DKI Jakarta akan kembali menggelar rapat lanjutan bersama Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Lingkungan Hidup pada pekan depan.
Pertemuan tersebut akan difokuskan untuk mencari formula penanganan sampah yang dinilai paling efektif dan dapat segera diterapkan di Jakarta.
Legislator Fraksi Gerindra itu memastikan hasil pembahasan tersebut nantinya akan diumumkan kepada masyarakat sebagai bagian dari langkah darurat penanganan sampah ibu kota.
“Kami ingin mencari solusi yang benar-benar masif dan bisa dirasakan langsung oleh warga,” pungkas Yudha. (fer)
