IPB University dan Polri Teken MoU Strategis untuk Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan

IPB University dan Polri resmi menandatangani MoU strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan SDM menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:30 WIB
IPB University dan Polri Teken MoU Strategis untuk Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan
IPB University dan Polri teken MoU strategis untuk penguatan SDM dan ketahanan pangan. Foto: Humas IPB for Hallonews

HALLONEWS.ID — IPB University bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan institusi penegak hukum.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kelembagaan.

Dalam sambutan yang dibacakan AKBP Dian Mustika mewakili Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dr Anwar, disebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah awal penting dalam menyatukan visi kedua institusi guna mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Nota kesepahaman ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memadukan visi dan misi bersama.

Dengan kerja sama ini, kita dapat meningkatkan kualitas SDM Polri, khususnya di bidang pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Ia menambahkan, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dari upaya Polri dalam menghadapi tantangan pembangunan SDM, sains, dan teknologi pendidikan.

“Polri tidak hanya menjalankan tugas sebagai penegak hukum, tetapi juga membangun kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi yang harmonis dalam menjawab tantangan pembangunan nasional,” katanya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, penguatan sektor pangan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Untuk memperkuat ketahanan pangan tentu tidak bisa dilakukan sendiri, harus melalui kolaborasi bersama-sama. Karena itu kami sangat terbuka untuk bergandengan tangan dan berkolaborasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, IPB University memiliki potensi akademik besar dengan 14 fakultas, hampir 40 ribu mahasiswa, sekitar 1.500 dosen, serta lebih dari 350 guru besar yang siap mendukung berbagai program strategis Polri.

Dukungan tersebut meliputi penguatan sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Selain membuka peluang program degree dan non-degree, IPB University juga siap berkolaborasi dalam riset strategis dan pengabdian kepada masyarakat.

Saat ini, IPB telah menjangkau lebih dari 8.350 desa melalui berbagai program dosen dan mahasiswa.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi berharap dapat membangun kolaborasi jangka panjang yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kapasitas SDM, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (opy)