IPB University Kerahkan 525 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 H

IPB University melalui SKHB menerjunkan 525 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban guna memastikan pelaksanaan Iduladha 1447 H berjalan aman, sehat, halal, dan higienis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:30 WIB
IPB University Kerahkan 525 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 H
IPB University siapkan ratusan petugas pemeriksa hewan kurban. (Foto: Humas IPB for hallonews)

HALLONEWS.ID — Menyambut perayaan Iduladha 1447 Hijriah, IPB University melalui Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University kembali mengerahkan ratusan petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dan daging kurban di sejumlah wilayah.

Sebanyak 525 personel disiapkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas dosen, dokter hewan, mahasiswa profesi, hingga mahasiswa sarjana yang akan membantu memastikan proses penyembelihan kurban berlangsung sesuai standar kesehatan dan syariat.

Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, mengatakan bahwa tugas pemeriksa hewan kurban bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan sekaligus memastikan ibadah kurban berjalan dengan baik.

Ia menekankan pentingnya integritas para petugas dalam menjalankan pemeriksaan secara teliti, jujur, dan sesuai prosedur kesehatan veteriner.

“Selain melakukan pemeriksaan, para petugas juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesejahteraan hewan (animal welfare) dan penanganan daging kurban yang higienis,” kata Dr Alim dikutip wartawan media ini Sabtu (23/5/2026).

Ketua Pelaksana Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Daging Kurban 1447 H, Dr. Ardilasunu Wicaksono, menjelaskan bahwa para petugas akan ditempatkan di sejumlah daerah, antara lain DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

Dari total personel yang diterjunkan, sebanyak 205 petugas akan bertugas di wilayah DKI Jakarta, sementara 187 lainnya ditempatkan di Kota Bogor.

Ia menyebutkan bahwa permintaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus meningkat setiap tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan asal hewan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. I Ketut Wirata.

Ia menyampaikan bahwa pengawasan hewan kurban tahun 2026 dilakukan secara nasional dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi, hingga perguruan tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, ketersediaan hewan kurban nasional pada 2026 mencapai sekitar 3,24 juta ekor.

Jumlah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan berada di angka 2,35 juta ekor.

Meski ketersediaan hewan kurban dinyatakan aman, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai penyakit hewan menular.

Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), antraks, serta penyakit zoonosis lainnya yang dapat berdampak pada kesehatan hewan maupun manusia.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan hewan dan pengawasan distribusi daging kurban dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan Iduladha berlangsung aman, sehat, utuh, halal, dan higienis. (opy)