Juda Agung dan Anggito Abimanyu Kupas Strategi Fiskal dan Kepemimpinan Keuangan di FEM IPB

FEM IPB University menghadirkan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam kuliah umum yang membahas strategi fiskal, kepemimpinan, dan kompetensi masa depan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:37 WIB
Juda Agung dan Anggito Abimanyu Kupas Strategi Fiskal dan Kepemimpinan Keuangan di FEM IPB
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memberi kuliah umum di IPB University. (Humas IPB for hallonews)

HALLONEWS.ID – Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menggelar Ministerial and Top Executive Lecture Series sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-25.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor, menghadirkan Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Juda Agung, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu.

Acara tersebut dibuka oleh Dekan FEM IPB University, Irfan Syauqi Beik, dan Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet.

Dalam sambutannya, Rektor IPB, Dr. Alim menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset untuk mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks menuntut adanya ketahanan fiskal, kepercayaan terhadap institusi, serta kemampuan beradaptasi yang kuat.

“Karena itu, perguruan tinggi perlu terus memperkuat penelitian berbasis data agar mampu memberikan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan pembangunan,” kata Dr. Alim.

Dalam kuliah umum bertema strategi pengelolaan fiskal, Juda Agung menjelaskan bahwa perekonomian dunia masih dibayangi berbagai risiko, mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, hingga fluktuasi harga energi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara.

Meski demikian, ia menilai Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif kuat. Stabilitas inflasi, pertumbuhan ekonomi yang terjaga, serta kondisi fiskal yang sehat menjadi indikator bahwa perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang positif.

Untuk menjaga ketahanan ekonomi, pemerintah menerapkan sejumlah langkah strategis yang berfokus pada peningkatan penerimaan negara, pengendalian belanja pemerintah, serta perluasan sumber pembiayaan.

Selain itu, kebijakan subsidi energi juga dinilai berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Juda Agung juga mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan berbasis data agar mampu beradaptasi dengan perubahan global sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pada sesi berikutnya, Anggito Abimanyu membahas peran pengetahuan dan kepemimpinan dalam membangun karier di sektor keuangan.

Ia menegaskan bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup tanpa didukung integritas, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan yang baik.

Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan akan membantu seseorang bekerja secara profesional, sementara kemampuan memimpin menjadi faktor penting untuk memperoleh kepercayaan dan mendorong perubahan dalam organisasi.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi yang mendorong lahirnya kebutuhan kompetensi baru di sektor keuangan.

“Beberapa bidang yang dinilai penting untuk dikuasai generasi muda antara lain analisis data besar, kecerdasan buatan, machine learning, teknologi finansial, keamanan siber, dan manajemen risiko,” kata Anggito.

Dengan penguasaan keterampilan multidisiplin tersebut, mahasiswa diharapkan mampu bersaing di era transformasi digital sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi nasional.

Selain penyelenggaraan kuliah umum, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan hubungan antara IPB University dan LPS.

Kedua institusi menandatangani kerja sama yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, program magang, hingga penyusunan kajian kebijakan strategis.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan kompetensi mahasiswa serta memperkuat kontribusi dunia akademik dalam mendukung kebijakan dan pembangunan sektor keuangan di Indonesia. (opy)