Diplomasi Prabowo Berbuah Besar, Teddy Sebut Investasi Tembus Rp 2.430 Triliun

Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkap hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto, mulai dari bergabungnya Indonesia ke BRICS, hingga investasi Rp2.430 triliun.

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:11 WIB
Diplomasi Prabowo Berbuah Besar, Teddy Sebut Investasi Tembus Rp 2.430 Triliun
Setkab for Hallonews foto: Seskab Teddy Indra Wijaya memaparkan sejumlah hasil diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto selama satu setengah tahun terakhir.

HALLONEWS.ID – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan sejumlah hasil yang diklaim sebagai buah dari aktivitas diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto selama satu setengah tahun terakhir.

Penjelasan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai pandangan yang berkembang terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden.

“Salah satu capaian strategis yang berhasil diraih Indonesia adalah bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok ekonomi BRICS. Keanggotaan tersebut memberikan nilai tambah bagi posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia,” ujarnya seperti dikutip melalui YouTube Setkab, Selasa (2/6/2026).

Teddy menyebut keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut turut memperkuat ketahanan nasional, termasuk dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan pangan.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi modal penting saat banyak negara masih menghadapi tekanan ekonomi dan gangguan rantai pasok internasional.

Selain itu, Teddy juga menyoroti keberhasilan Indonesia menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang telah melalui proses negosiasi selama bertahun-tahun.

Menurutnya, penyelesaian perjanjian tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Eropa yang mencakup puluhan negara anggota.

Di sektor ekonomi, Teddy mengungkapkan nilai investasi yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun.

Ia mencontohkan kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan komitmen investasi bernilai ratusan triliun rupiah untuk berbagai sektor strategis.

Pada bidang pertahanan, Teddy menilai hubungan diplomatik yang dibangun Presiden turut memperkuat modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.

Menurutnya, Indonesia kini memiliki akses kerja sama pertahanan yang lebih luas dengan sejumlah negara besar, termasuk di kawasan Eropa, Amerika, dan Asia.

Tak hanya itu, Teddy juga menyinggung pelaksanaan ibadah haji yang dinilai semakin baik dalam dua tahun terakhir.

Ia menyebut koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi berjalan lebih efektif sehingga berbagai kendala yang sebelumnya kerap muncul dapat diminimalkan.

Salah satu perkembangan yang dianggap penting adalah terbukanya peluang pengembangan fasilitas khusus bagi jamaah Indonesia di Arab Saudi. Menurut Teddy, hal tersebut menunjukkan eratnya hubungan bilateral yang terjalin antara kedua negara.

Di bidang kemanusiaan internasional, Teddy menegaskan Indonesia tetap aktif menunjukkan kepedulian terhadap isu Palestina. Ia menyebut pemerintah Indonesia terus berupaya memberikan dukungan, termasuk melalui berbagai bantuan kemanusiaan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak konflik.

Teddy menekankan bahwa berbagai hasil tersebut menunjukkan kunjungan luar negeri Presiden tidak semata-mata bersifat seremonial.

Menurutnya, diplomasi yang dilakukan diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia, membuka peluang ekonomi, memperluas kerja sama strategis, serta meningkatkan peran Indonesia dalam berbagai isu global. (agn)