DLH Kabupaten Bogor Apresiasi PPLI, Gerakan Aksi Hijau Himpun 500 Bibit Pohon untuk Penghijauan
DLH Kabupaten Bogor mengapresiasi kontribusi PPLI dalam Gerakan Bersama Aksi Hijau yang berhasil menghimpun hampir 500 bibit pohon guna mendukung penghijauan dan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

HALLONEWS.ID – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Kilometer Nol Telaga Saat, Puncak, Kabupaten Bogor, menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan tradisi ngalokat cai tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor memberikan apresiasi kepada PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) atas kontribusinya mendukung program penghijauan melalui Gerakan Bersama Aksi Hijau.
Program yang diinisiasi PPLI itu berhasil menghimpun hampir 500 bibit pohon dari berbagai mitra dan rekanan perusahaan.
Bibit-bibit tersebut akan didistribusikan untuk mendukung kegiatan penghijauan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, termasuk Desa Nambo dan Desa Bantarjati.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Bogor, Unu Nur Iman, mengatakan keterlibatan sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi kontribusi PPLI dan perusahaan-perusahaan yang turut mendukung upaya menjaga lingkungan agar tetap hijau. Terima kasih kepada PPLI yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan ini,” ujar Unu, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas lingkungan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci agar berbagai program pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Ini merupakan sinergi yang sangat penting antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Pemilihan Kilometer Nol Telaga Saat sebagai lokasi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga memiliki makna strategis.
Kawasan tersebut merupakan daerah tangkapan air penting sekaligus titik awal aliran Sungai Ciliwung yang berperan besar dalam menjaga ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat dari wilayah hulu hingga hilir.
Melalui tradisi ngalokat cai, para peserta diajak memperkuat komitmen untuk menjaga kelestarian sumber daya air dan kawasan resapan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Unu mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan melalui pengembangan ruang terbuka hijau serta pelestarian kawasan resapan air.
Ia menyebut Bupati Bogor telah mengarahkan agar setiap kecamatan memiliki sedikitnya satu hektare hutan kota, meski lokasinya dapat tersebar di beberapa titik. Program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan komunitas peduli lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, PPLI mengajak mitra dan rekanan perusahaan untuk berpartisipasi dalam pengumpulan bibit tanaman melalui Gerakan Bersama Aksi Hijau. Hasilnya, hampir 500 bibit berhasil terkumpul dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Manajer Humas PPLI, Arum Tri Pusposari, mengatakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam.
Menurutnya, program yang dijalankan PPLI tidak hanya menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif berbagai pihak dalam mewujudkan penghijauan yang berkelanjutan.
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Gerakan Bersama Aksi Hijau, kami mengajak mitra dan rekanan PPLI untuk bersama-sama berkontribusi menyediakan bibit tanaman yang nantinya akan ditanam di berbagai wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Arum.
Ia menjelaskan seluruh bibit yang terkumpul berasal dari partisipasi berbagai mitra dan rekanan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya penghijauan dapat diwujudkan melalui kerja sama lintas sektor.
Gerakan Bersama Aksi Hijau juga merupakan bagian dari komitmen PPLI dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Komitmen tersebut turut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, berbagai program pelestarian lingkungan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang serta menjaga kualitas lingkungan bagi generasi saat ini maupun yang akan datang. (opy)
