Buka JFF 2026, Pramono Ajak Warga Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global

Gubernur Pramono membuka Jakarta Future Festival 2026 dan mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.

Minggu, 7 Juni 2026 - 3:00 WIB
Buka JFF 2026, Pramono Ajak Warga Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Diskominfotik for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Festival ini menjadi wadah kolaborasi berbagai kalangan dalam merancang masa depan Jakarta menjelang usia lima abad pada 2027.

“JFF merupakan agenda tahunan yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta untuk membaca berbagai tantangan dan peluang kota di masa depan,” ujarnya pada Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak hanya berbicara soal infrastruktur. Seni, budaya, kebijakan publik, hingga pendekatan teknokratis juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah perkembangan ibu kota.

“Festival semacam ini perlu terus dipertahankan karena mampu menghadirkan ruang kreatif yang membuat Jakarta semakin hidup dan menarik,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, keterlibatan generasi muda juga dinilai menjadi kekuatan penting dalam membangun optimisme kota.

“Jakarta harus menjadi kota yang penuh warna, memiliki banyak pilihan, dan terus menghadirkan kenyamanan bagi warganya,” tegas Pramono.

jakarta future festival 2
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Foto: Diskominfotik for Hallonews.

Ia menuturkan, selama tiga hari pelaksanaan hingga 7 Juni 2026, JFF menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Debate, Urban Policy Lab, Urban Study Case, pameran inovasi, hingga bazar UMKM yang telah dikurasi.

Salah satu agenda utama adalah Jakarta’s Forecast yakni Jakarta 500 – Memory, Character, and the Future of a Global City.

“Forum tersebut mengajak masyarakat merefleksikan identitas Jakarta sekaligus membahas posisi strategis kota ini di tingkat global menjelang usia ke-500,” tuturnya.

Pramono menambahkan, tak hanya itu, sebanyak 19 profesor dari berbagai perguruan tinggi internasional turut hadir untuk berbagi pandangan mengenai pembangunan perkotaan, ketahanan kota, dan tantangan masa depan.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap lahir berbagai gagasan dan kolaborasi nyata yang dapat mempercepat transformasi Jakarta menuju salah satu kota global terbaik dunia.

“Sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (fer)